Fluktuasi pasar keuangan masih menjadi tantangan besar bagi produk unitlink sepanjang 2026. Kondisi ini berdampak signifikan pada unitlink berbasis saham yang masih tertekan hingga April.

Adit Trivedi, Chief Financial Officer Prudential Indonesia, menjelaskan gejolak pasar dipicu berbagai sentimen global dan domestik. Hal itu memengaruhi pergerakan saham, obligasi, dan nilai tukar rupiah.

>>> Kejaksaan RI Ingatkan Mitigasi Kecurangan SPMB 2026, Pastikan Seleksi Aman dan Resmi

Menurut Adit, peningkatan volatilitas berpotensi memicu fluktuasi jangka pendek pada instrumen investasi. Dampaknya terasa pada performa investasi nasabah, khususnya unitlink saham.

Ia menambahkan bahwa kinerja unitlink tidak bisa dipisahkan dari dinamika pasar keuangan. Produk ini memiliki risiko investasi yang mengikuti instrumen keuangan dalam portofolionya.

Unitlink sebagai Instrumen Jangka Panjang

Meski pasar bergejolak, Adit menegaskan nasabah perlu memandang unitlink sebagai instrumen jangka panjang. Naik turun nilai investasi jangka pendek adalah bagian dari siklus pasar yang lumrah.

Ia menekankan bahwa fluktuasi sesaat merupakan dinamika wajar bagi setiap produk investasi. Nasabah diharapkan tetap tenang menghadapi perubahan nilai aset jangka pendek.

Prudential Indonesia berkomitmen menjalankan tata kelola investasi ketat. Perusahaan rutin memantau kinerja manajer investasi yang mengelola dana nasabah.

Prudential juga menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola subdana PRULink. Strategi ini disesuaikan dengan karakteristik dan profil risiko masing-masing produk.

Adit mengungkapkan setiap keputusan investasi saham melalui pertimbangan mendalam. Perusahaan tidak sembarangan memilih aset demi keamanan dan pertumbuhan dana nasabah.

Beberapa faktor fundamental dalam pemilihan saham meliputi keberlanjutan bisnis, kekuatan kinerja keuangan, kualitas manajemen, valuasi menarik, dan likuiditas memadai.

>>> Wuthering Waves Versi 1.3 Rilis 30 April, Dapatkan 40 Free Pull Resmi