UAS Ungkap Dugaan Ancaman Terhadap Abdul Wahid di Persidangan
Ustaz Abdul Somad (UAS) membeberkan adanya dugaan intimidasi berupa rekaman ancaman dari pihak eksternal terhadap Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid.
Hal itu disampaikan UAS saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis, 18 Juni 2026.
>>> IHSG Melemah Dua Hari Berturut-turut ke Level 6.172
UAS hadir sebagai saksi meringankan atau a de charge terakhir untuk terdakwa Abdul Wahid dalam persidangan kasus dugaan pemerasan.
Dalam kesaksiannya, ia juga menjelaskan dinamika hubungan politik serta komitmen awal yang dibangun bersama terdakwa sebelum masa pencalonan sebagai kepala daerah.
UAS menerangkan bahwa ia tidak langsung memberikan dukungan politik begitu saja.
Ia mengaku menguji kesiapan pribadi dan keluarga Abdul Wahid terlebih dahulu karena tantangan memimpin daerah dinilai lebih berat daripada posisi legislatif.
"Saya tanya, apakah siap? Ini perjuangannya tidak sama," ungkap UAS di hadapan majelis hakim.
Setelah mendapat kepastian mengenai kesiapan penuh dan dukungan keluarga terdakwa, UAS setuju menjadi juru kampanye untuk mengelilingi 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
>>> IHSG Melemah ke Level 6.172 pada Perdagangan 18 Juni 2026
Namun, dukungan tersebut disertai syarat berupa kesepakatan tertulis mengenai 16 poin program pembangunan keumatan, seperti pembangunan Islamic Center dan insentif guru mengaji.
"Semua poin itu tidak ada yang bersifat pribadi. Semuanya untuk kepentingan dakwah dan umat," tegas UAS.
Dugaan Ancaman dari Pihak Eksternal
Terkait jalannya roda pemerintahan, UAS mengaku pernah menerima aduan langsung dari Abdul Wahid mengenai adanya tekanan dari pihak luar terkait isu rekaman yang diklaim berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Beliau bilang diancam jangan macam-macam," ungkap UAS.
Menurut kesaksian UAS, Abdul Wahid merasa terintimidasi oleh isu tersebut hingga ia sempat mempertanyakan kebenaran informasinya.
>>> Gus Ipul Adukan Media Suara Merdeka ke Dewan Pers
UAS menambahkan bahwa upaya mediasi sempat dilakukan oleh sejumlah tokoh termasuk mantan kepala daerah, namun situasi dinilai sudah sulit didamaikan karena adanya unsur ancaman tersebut.
Update Terbaru
Mantan Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Jumat / 19-06-2026, 01:45 WIB
Wawancara Eksklusif: Reiji Miyajima tentang Rent-a-Girlfriend, Kesepian, dan Cinta di Era Modern
Jumat / 19-06-2026, 01:41 WIB
Republik Ceko dan Afrika Selatan Berbagi Poin Usai Imbang 1-1
Jumat / 19-06-2026, 01:41 WIB
Bisakah Penyakit Gusi Memicu Alzheimer? Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
Jumat / 19-06-2026, 01:36 WIB
Lippo Mall Kemang Hadirkan Playdate with Elmo and Friends untuk Liburan Sekolah
Jumat / 19-06-2026, 01:36 WIB
Republik Ceko Ditahan Imbang Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:35 WIB
Iran: Pelayaran di Selat Hormuz Tetap Perlu Koordinasi dengan Teheran
Jumat / 19-06-2026, 01:32 WIB
Teboho Mokoena Dipastikan Absen Lawan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:30 WIB
Tears on a Withered Flower Chapter 107: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Cara Baca
Jumat / 19-06-2026, 01:29 WIB
Republik Ceko dan Afrika Selatan Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:29 WIB
Uni Eropa Pertimbangkan Cabut Sanksi Nuklir Iran Jika Ada Kesepakatan
Jumat / 19-06-2026, 01:28 WIB
Pelatih Afrika Selatan Protes Sanksi Themba Zwane Jelang Lawan Ceko
Jumat / 19-06-2026, 01:25 WIB
Iran dan Kuwait Bahas Nota Kesepahaman Teheran-Washington
Jumat / 19-06-2026, 01:25 WIB
Iran dan Prancis Bahas Keamanan Navigasi di Selat Hormuz
Jumat / 19-06-2026, 01:24 WIB






