Kebiasaan Sederhana untuk Tingkatkan Kualitas Tidur saat Perimenopause
Gangguan tidur menjadi keluhan umum pada perempuan selama perimenopause dan menopause. Hal ini dipicu perubahan hormon, hot flashes, perubahan suasana hati, hingga proses penuaan.
Laman kesehatan Eating Well melaporkan beberapa kebiasaan sederhana sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat selama masa transisi tersebut.
>>> IHSG Ditutup Turun Jelang Pengumuman Indeks Global MSCI dan FTSE
Kurangi Gawai dan Konsumsi Camilan Protein
Ahli gizi terdaftar Toby Amidor menyarankan mengurangi penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur.
Paparan cahaya biru dari ponsel, tablet, laptop, atau televisi dapat mengganggu produksi melatonin, hormon pengatur siklus tidur.
Penurunan kadar estrogen pada perimenopause juga berkaitan dengan gangguan ritme sirkadian. Sebagai gantinya, Amidor merekomendasikan membaca buku fisik, peregangan ringan, atau mendengarkan musik relaksasi.
Ahli gizi Whitney Stuart menyarankan konsumsi camilan tinggi protein 60–90 menit sebelum tidur.
Asupan protein 20–25 gram dapat membantu menjaga massa otot, karena penurunan estrogen mempercepat pemecahan protein otot pada malam hari.
>>> CORE: BI Prioritaskan Stabilisasi Rupiah Lewat Kenaikan Suku Bunga
Sumber protein yang mengandung kasein seperti yogurt Yunani dan keju cottage dicerna lebih lambat, sehingga menyediakan asam amino secara bertahap sepanjang malam.
Kebiasaan lain yang mendukung kualitas tidur adalah memastikan kecukupan magnesium. Ahli gizi Johannah Katz mengatakan mineral ini berperan dalam pengaturan tidur.
Sumber magnesium meliputi sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan. Suplementasi magnesium dapat dipertimbangkan setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Selain itu, perempuan perimenopause dianjurkan menjaga jadwal tidur konsisten, menciptakan kamar sejuk dan nyaman, serta membatasi kafein, alkohol, dan makanan besar menjelang tidur.
>>> OJK dan SRO Perkuat Transparansi untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor
Jika gangguan tidur berlangsung lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan dokter disarankan untuk penanganan yang tepat.
Update Terbaru
PIN Pendek Smartphone Bisa Membocorkan Semua Kata Sandi Akun
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
Swiss Hadapi Bosnia di Laga Krusial Grup B Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
Juru Parkir Brebes Gagalkan Pencurian Uang Rp3,6 Miliar di Mobil
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
Awal Terungkapnya Kasus Gadis Bandung Diduga Disekap Pacar Tiga Tahun hingga Alami Kebutaan
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
Selisih Yield Obligasi Menyempit, Kekhawatiran Inverted Yield Curve Muncul
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
Cara dan Syarat Mengaktifkan DANA Cicil dengan Mudah
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
WN Prancis Didakwa Cemarkan Nama Baik Kapolda NTB
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
BI Salurkan Insentif KLM Rp418,1 Triliun ke Perbankan hingga Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
Nonton Dowbload Film Dukun Magang di Bioskop Bukan LK21: Hadirkan Teror Kuntilanak Hitam di Desa Kalimati
Kamis / 18-06-2026, 19:00 WIB
Terlilit Utang Judi Online, Pria di Lombok Utara Ditemukan Meninggal di Laut Tinggalkan Dua Surat untuk Keluarga
Kamis / 18-06-2026, 18:58 WIB
Sule Ungkap Nathalie Ajarkan Adzam soal Ayah Sambung Jelang Nikah
Kamis / 18-06-2026, 18:57 WIB
Mengenal Karakter Lama dan Baru di Toy Story 5
Kamis / 18-06-2026, 18:56 WIB
Sinopsis Pixels, Bioskop Trans TV 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:56 WIB
Kemendag Fasilitasi Ekspor Perdana Produk Herbal ke Arab Saudi Senilai Rp2,5 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 18:56 WIB






