Pecatur putri Indonesia Chelsie Monica Ignesias Sihite mencatat kemenangan bersejarah atas pecatur nomor satu dunia Magnus Carlsen dalam pertandingan eksibisi simultan di Hong Kong, Selasa (16/6/2026).

Ajang tersebut digelar sehari sebelum pembukaan turnamen resmi FIDE World Rapid and Blitz Team Championships 2026. Carlsen menghadapi 24 pecatur dari berbagai negara secara bersamaan.

>>> Bank Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit Perbankan Tembus Dua Digit

Dari seluruh peserta, hanya Chelsie yang berhasil memenangkan pertandingan. Ia menggeser benteng dari petak c1 ke h1 pada sisa waktu lima menit, memaksa Carlsen mengakui keunggulannya.

Carlsen langsung menjabat tangan Chelsie dan memuji kecerdasan atlet berusia 30 tahun bergelar Women International Master (WIM) tersebut.

Perempuan berdarah Batak ini datang ke Hong Kong sebagai bagian delegasi tim nasional Indonesia. Awalnya ia tidak berencana bertanding pada sesi ekshibisi sebelum dihubungi penyelenggara.

Apresiasi dari Utut Adianto

Mantan pecatur dunia Utut Adianto, yang juga guru catur Chelsie, menilai hasil laga simulasi ini sangat penting untuk mendongkrak motivasi.

Namun ia menyadari Carlsen harus membagi fokus melawan puluhan orang sekaligus.

"Pertandingan simultan ini memang bukan jaminan untuk bisa mengalahkan Magnus. Apalagi yang dihadapi Magnus 24 pecatur sekaligus.

Namun tentu saja kemenangan itu sangat penting untuk membangun semangat Chelsie terus meningkatkan kemampuannya," kata Utut.

Dalam wawancara pascapertandingan di kanal YouTube ChessBase India, Chelsie mengaku sempat grogi karena harus beradu strategi dengan idolanya.

>>> Bank Amar Bagikan Dividen Rp 110 Miliar Usai Laba Melonjak

"Bisa bermain dengan Magnus membuat saya bahagia dan ya ada rasa grogi karena dia adalah pecatur terbaik sepanjang masa [GOAT], dan salah satu idola saya juga," ujar Chelsie.