Ketegangan Chelsie bertambah setelah melihat banyak pecatur muda lainnya. Ia hanya fokus bertahan menggunakan pembukaan Italia yang biasa diterapkannya tanpa menargetkan kemenangan cepat.

"Saya semakin grogi karena banyak anak-anak yang bermain. Jadi saya berharap saya tidak kalah dengan cepat, lima atau sepuluh menit.

Saya hanya berusaha bertahan, tetapi saya beruntung," katanya sambil tertawa.

Chelsie memiliki rekam jejak prestasi gemilang sejak usia muda.

Ia meraih norma Woman Grandmaster (WGM) pertama pada Olimpiade Catur 2012 di Istanbul dan norma WGM kedua pada Turnamen JAPFA 2019.

Lulusan Magister Manajemen Perbanas Institute tahun 2024 ini kini bekerja penuh waktu sebagai Indonesian Content Manager di Chess.

com.

>>> Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2, Petualang Premium dengan Mesin Baru

Ia juga mengoleksi medali emas PON 2008, 2012, dan 2021, serta emas beregu SEA Games 2013 dan 2022.