Banyak penderita alergi berharap kondisi mereka bisa hilang sepenuhnya seiring bertambahnya usia. Namun, apakah alergi benar-benar bisa sembuh total?

Menurut penjelasan medis, sebagian alergi memang dapat membaik, lebih terkontrol, bahkan menghilang dalam periode tertentu. Meski begitu, banyak kasus alergi bersifat kronis dan tidak bisa benar-benar hilang permanen.

in1

>>> Program RISE di Makassar Diakui Global, Raih Penghargaan di AS

Mengapa Alergi Sulit Sembuh Total?

Alergi terjadi ketika sistem imun salah mengenali zat tertentu sebagai ancaman.

Tubuh kemudian memproduksi antibodi IgE yang memicu pelepasan histamin, menyebabkan reaksi seperti gatal, ruam, bersin, hingga sesak napas.

Karena melibatkan memori sistem imun, respons alergi sering bertahan lama. Istilah yang lebih tepat adalah dikontrol atau remisi, bukan sembuh total.

Secara ilmiah, alergi sulit hilang karena sistem imun sudah 'mengingat' zat pemicu. Saat terpapar lagi, tubuh langsung bereaksi melepaskan histamin.

Meski demikian, tingkat reaksi bisa berubah. Pada sebagian orang, sensitivitas terhadap alergen menurun sehingga gejala menjadi lebih ringan.

Alergi yang Bisa Membaik Seiring Usia

Pada anak-anak, beberapa alergi makanan dapat membaik atau hilang seiring pertumbuhan.

Studi menunjukkan alergi susu sapi cukup sering membaik: sekitar 42 persen anak toleran pada usia 8 tahun, dan meningkat menjadi 79 persen pada usia 16 tahun.

>>> Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi, dari Jakarta Kota ke Stadion Cuma 10 Menit

Alergi telur juga memiliki prognosis lebih baik, dengan 66-71 persen anak toleran pada usia 4-6 tahun. Hampir 89 persen kasus alergi telur dapat mengalami resolusi saat remaja.

Namun, tidak semua alergi mengikuti pola yang sama. Alergi kacang tanah dan seafood cenderung menetap hingga dewasa.

Pada alergi kacang tanah, hanya sekitar 20-30 persen anak yang akhirnya toleran.

Sementara alergi seafood, tingkat toleransi penuh hanya sekitar 3,4 persen pada anak prasekolah dan meningkat menjadi 45 persen saat remaja.

Fokus pada Kontrol, Bukan Kesembuhan Total

Karena perjalanan alergi setiap orang berbeda, lebih baik fokus mengontrol alergi daripada mengejar kesembuhan total.

Pengelolaan meliputi mengenali pemicu, menghindari paparan, menjaga kondisi tubuh, menggunakan obat sesuai anjuran, dan menjalani imunoterapi bila perlu.

>>> Ciri-ciri Taufik Hidayat, Buron Kasus Penyiksaan Dibanderol Rp250 Juta

Dengan penanganan tepat, banyak penderita alergi tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa gangguan berarti.