Wawancara Nabavian yang disiarkan secara langsung itu pun mendadak berhenti di tengah siaran. Satu jam setelah siaran berakhir, rekaman wawancara Nabavian dihapus dari arsip.

Seorang pejabat senior di lembaga penyiaran negara mengundurkan diri. Juru bicara tim negosiasi kemudian menyampaikan bahwa pernyataan Nabavian merupakan informasi lama dan telah dipelintir.

in1

>>> Mendagri: Penghargaan Pemda Jadi Pemacu Kinerja Daerah

Televisi pemerintah Iran juga menyebut pernyataan Nabavian "bukti adanya pelanggaran hukum dan layak diproses secara hukum".

Para anggota kubu Mohammad Bagher Ghalibaf selaku kepala negosiator Iran ikut menyerukan agar pelaku pembocor informasi diidentifikasi.

Menurut The Guardian, Nabavian kini menghadapi ancaman penuntutan dan pemecatan dari parlemen.

Dalam saluran di Telegram, Nabavian membela pernyataannya dengan menyebut ia tidak membocorkan dokumen rahasia dan cuma mengungkapkan kebenaran.

Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan nota kesepahaman (MoU), "empat hal harus diimplementasikan sebelum negosiasi dimulai."

Keempat syarat itu adalah berakhirnya pendudukan di Lebanon dan penarikan penuh pasukan, pencairan uang Iran yang dibekukan oleh Amerika, penghentian pengepungan, dan pencabutan sementara sanksi.

Nabavian lantas mempertanyakan apakah keempat syarat tersebut sudah dipenuhi sebelum para pejabat Iran pergi ke Jenewa untuk bernegosiasi.

"Apakah itu berarti orang-orang tidak boleh mengetahui apa perintah imam dan mengapa para agen tidak mematuhinya?" pungkasnya.

Menurut The Guardian, wawancara Nabavian ini selain mengungkap perpecahan di dalam pemerintahan Iran, juga menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei terlibat jauh lebih aktif dalam perundingan daripada yang diketahui selama ini.

Ia memerintahkan para negosiator untuk tidak mengalah pada masalah nuklir dan tetap mempertahankan sikap untuk menarik bea masuk kepada kapal-kapal di Selat Hormuz.

Sejak dipilih menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari, Mojtaba belum pernah sekalipun muncul ke publik.

Ia beroperasi hanya melalui pernyataan tertulis yang dikabarkan stasiun televisi pemerintah atau media sosialnya.

>>> Atalia Ungkap Kondisi Korban Penyekapan Pacar di Bandung: Wajah Rusak

Beberapa laporan menyebutkan tim negosiasi Iran pernah harus menunggu selama dua pekan untuk mendapatkan arahan dari Mojtaba.