Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung mengungkap dugaan penyelundupan narkotika di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Barang bukti yang disita meliputi 5 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi. Polisi juga menangkap empat orang yang diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan narkotika lintas provinsi.

>>> Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak, Kebakaran Hebat Terjadi

Para terduga pelaku adalah anggota Brimob berinisial HB, anggota TNI AL berinisial DK, mantan Kopassus HS, dan warga sipil berinisial HR.

Peran Masing-masing Pelaku

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menjelaskan peran keempat pelaku. HB, anggota Brimob Kelapa Dua, diduga membantu meloloskan narkotika menggunakan kendaraan dari Jakarta.

DK, prajurit TNI AL aktif di Lanal Lampung, diduga membawa tas berisi sabu dan pil ekstasi ke atas kapal dengan mengenakan seragam dinas.

HR, warga sipil, berperan menjemput barang dari Medan, Sumatera Utara.

HS, mantan anggota Kopassus, diduga sebagai pemilik barang narkotika tersebut.

>>> Mandiri Donor Darah Libatkan 280 Pendonor di 12 Region

Penanganan Hukum

Yuni menyatakan bahwa penanganan perkara terhadap pelaku warga sipil dan oknum anggota Brimob dilakukan oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Lampung.

Sementara itu, oknum prajurit TNI AL diserahkan ke Denpom Lanal Lampung untuk proses penyidikan sesuai kewenangannya.

Polda Lampung berkomitmen menindak tegas setiap pelaku tindak pidana narkotika tanpa memandang latar belakang atau profesi.

Koordinasi dengan institusi terkait terus dilakukan agar proses penegakan hukum berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Nilai Barang Bukti

Barang bukti yang disita terdiri dari tiga bungkus besar sabu seberat sekitar 5 kilogram, 202 butir pil ekstasi, satu tas ransel hitam, empat unit ponsel, serta dua unit kendaraan.

>>> DPR Minta KPK Dalami Dugaan Raja Juli Terima Amplop Bupati Kuansing

Nilai ekonomis sabu mencapai lebih dari Rp5 miliar, sedangkan pil ekstasi bernilai Rp60,6 juta. Yuni menambahkan bahwa pengungkapan ini berpotensi menyelamatkan ribuan orang dari ancaman penyalahgunaan narkotika.