Argentina Protes Kapal Perang Inggris Masuk Wilayah Malvinas
Menteri Luar Negeri Argentina Pablo Quirno menuduh Angkatan Laut Kerajaan Inggris melanggar kedaulatan negaranya.
Tuduhan itu disampaikan terkait kapal perang HMS Medway yang disebut memasuki perairan Argentina pada awal Juli tanpa pemberitahuan.
>>> Bahlil Proyeksikan Blok Masela Sumbang Rp680 Triliun ke Kas Negara
Quirno telah mengirim nota protes ke kedutaan besar Inggris di Argentina. Ia menyatakan 'keberatan paling keras' terhadap tindakan tersebut.
Bantahan Inggris
Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membantah tuduhan Argentina.
Mereka menyatakan telah memberi tahu pemerintah Argentina sebelumnya mengenai kunjungan logistik rutin HMS Medway ke Chile pada 5-8 Juli.
Kunjungan itu disebut untuk mendukung operasi survei Antartika Inggris. Kapal tersebut mengirimkan persediaan dan perlengkapan penting bagi penelitian ilmiah di Antartika.
Angkatan Laut Kerajaan Inggris menegaskan selalu beroperasi sesuai hukum internasional.
Transit dari Kepulauan Falkland ke Chile dilakukan lewat rute paling langsung dengan mempertimbangkan faktor keselamatan operasional dan cuaca.
HMS Medway adalah kapal patroli lepas pantai kelas River Batch 2 yang biasanya berbasis di Kepulauan Falkland.
>>> Pau Cubarsi Viral: Dari JIS ke Final Piala Dunia 2026
Kepulauan itu disebut Malvinas oleh Argentina dan telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Ketegangan ini memuncak menjadi konflik bersenjata pada 1982 setelah Argentina menginvasi pulau-pulau tersebut.
Buenos Aires berulang kali mengeklaim kedaulatan atas Kepulauan Falkland yang berjarak sekitar 8.000 mil dari Inggris dan 300 mil dari daratan utama Argentina.
Protes ini terjadi setelah tim nasional Argentina menang atas Inggris dalam pertandingan Piala Dunia 2026 pada Rabu malam.
Usai menang 2-1, pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas' yang berarti 'Kepulauan Falkland adalah milik Argentina'.
Spanduk itu mulanya dipegang para pendukung Argentina saat merayakan kemenangan, lalu sampai ke tangan para pemain dan diangkat.
>>> Resmi Gabung IFSWF, Pandu Sjahrir Sebut Danantara Bakal Bangun Standar Berkelas Dunia
Penyampaian pesan politik di lapangan dilarang oleh FIFA, sehingga para pemain bisa menghadapi tindakan disiplin.
Update Terbaru
Groundbreaking LNG Abadi Masela Dimulai, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Produksi
Jumat / 17-07-2026, 00:08 WIB
Citi Luncurkan Digital Depositary Receipts untuk Perusahaan Tertutup
Jumat / 17-07-2026, 00:08 WIB
41% Konsumen Indonesia Ganti Merek Mobil, Minat EV Tertinggi di Asia Tenggara
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Menuju Wajib Halal 2026, Menperin Agus Gumiwang Perkuat Daya Saing Industri Kemasan Nasional
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
UE Desak Google Buka Akses Android untuk Chatbot AI Pesaing Gemini
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Ben Shapiro Beralih dari Kematian Lindsey Graham ke Promosi dalam Hitungan Detik
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Pipa Air Pecah, Jalanan West Hollywood Tergenang Banjir
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Google Hapus Nama NotebookLM, Ganti Jadi Gemini Notebook
Jumat / 17-07-2026, 00:02 WIB
Perebutan Kuasa Pengajuan Grasi R. Kelly: Kubu Berbeda Klaim Wewenang
Jumat / 17-07-2026, 00:02 WIB
Rep. Tim Burchett Sindir Taco Bell soal Insiden Kentut Chuck Schumer di Senat
Jumat / 17-07-2026, 00:02 WIB
Taylor Frankie Paul Hadapi Tuduhan Masalah Pengasuhan Anak dari DCFS Utah
Jumat / 17-07-2026, 00:01 WIB
Pengacara Karmelo Anthony Kecam Hakim Sidang
Jumat / 17-07-2026, 00:01 WIB
Video Blue Angels Terbang Rendah di Pantai Florida Picu Kekacauan
Jumat / 17-07-2026, 00:01 WIB
Roy Suryo Siapkan Laporan Balik, Klaim Simpan Bukti Video yang Sudah Dihapus
Jumat / 17-07-2026, 00:00 WIB







