CF Montreal menjamu rival abadinya, Toronto FC, di Stade Saputo pada Kamis, 16 Juli 2026.

Pertandingan ini menandai dimulainya kembali Major League Soccer setelah jeda sebulan akibat Piala Dunia.

>>> Kreator 'Full House' Jeff Franklin Jual Rumah Mewah di Beverly Hills Rp 700 M

Meskipun kebakaran hutan di Minnesota utara dan perbatasan Kanada menyebabkan asap tebal di beberapa wilayah, Montreal dinyatakan aman dengan indeks kualitas udara level dua.

Montreal memasuki edisi ke-66 Canadian Classique dengan misi bangkit setelah paruh pertama musim yang buruk. Tim sempat mencatat rekor terburuk 1-7-0 dan memecat pelatih kepala Marco Donadel.

Di bawah pelatih interim Philippe Eullaffroy, Montreal kini memiliki rekor 4-8-2 dan hanya terpaut empat poin dari zona playoff.

Tim juga melaju ke perempat final Kejuaraan Kanada setelah mengalahkan Vancouver FC selama jeda liga.

Filosofi dan Identitas Tim

Eullaffroy mengaku antusias dengan perkembangan skuadnya meskipun jadwal padat dan beberapa posisi kosong. Ia menekankan bahwa metodologi dan filosofinya mulai tertanam pada para pemain selama latihan.

"Identitas dan nilai adalah dua kata yang sayangnya mulai kehilangan tempat di dunia," ujar Eullaffroy. Ia menambahkan bahwa membangun budaya tim yang solid adalah kunci.

"Identitas adalah sesuatu yang sangat kuat. Ada hampir sembilan miliar orang di dunia, dan kecuali kembar identik, ada banyak identitas individu.

Bagian tersulit adalah menyatukan 30 pemain agar memiliki DNA yang sama," jelasnya.

Pelatih asal Prancis itu juga menekankan pentingnya fokus di tengah tekanan eksternal dan sejarah rivalitas. "Keseimbangan harus ditemukan.

Pemain harus paham situasi, karena sebagian besar pernah bermain di laga rivalitas.