Bank Indonesia secara resmi mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen.

Langkah tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Juli 2026.

>>> Lisandro Martinez Ungkap Alasan Argentina Membelakangi Panggung Juara Spanyol

Selain itu, bank sentral juga menahan suku bunga Deposit Facility di level 4,75 persen.

Suku bunga Lending Facility turut dipertahankan pada posisi sebesar 6,50 persen.

Keputusan ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.

Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Penilaian Para Ekonom Terhadap Kebijakan Bank Sentral

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, memberikan pandangannya terkait kebijakan tersebut.

Ia menilai langkah ini menunjukkan komitmen bank sentral menjaga keseimbangan makroekonomi.

>>> Bocoran Huawei Nova 16 SE Siap Bawa Baterai 8.500mAh dan Layar 1,5K

Keputusan itu sejalan dengan perkiraan meskipun pasar sempat memprediksi kenaikan.

Josua menyebutkan bahwa inflasi tetap diperkirakan berada dalam target pemerintah.

Target inflasi tersebut dipatok pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 juga dipertahankan pada rentang 4,9 sampai 5,7 persen.

Akumulasi kenaikan BI Rate sebelumnya dinilai telah memadai untuk mengendalikan ekspektasi inflasi.

>>> Suri Putri Tom Cruise Resmi Ubah Nama Belakang Jadi Noelle

Senada dengan hal itu, Chief Economist Makro PT Bank Tabungan Negara Tbk, Myrdal Gunarto, turut memberikan tanggapan.

Ia menyatakan bahwa kebijakan ini memberikan ruang bagi sektor riil untuk terus berkembang.

Tekanan terhadap rupiah juga berangsur mereda seiring membaiknya neraca perdagangan.

Arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan turut menopang ketahanan ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan dapat melampaui 5,15 persen pada tahun 2026.

Myrdal menambahkan bahwa pertumbuhan kredit domestik pada tahun yang sama diproyeksikan mencapai setidaknya 8,68 persen.

>>> Nasib Zodiak 28 Juli: Saran Terbaik Atur Keuangan dan Hubungan Asmara Hari Ini

Angka tersebut bahkan berpotensi tumbuh lebih tinggi apabila kondisi perekonomian global menunjukkan perbaikan yang signifikan ke depannya.