Dunia olahraga berduka. Mantan pembalap Formula 1 sekaligus atlet Paralimpiade, Alex Zanardi, meninggal dunia pada usia 59 tahun.

Kabar kepergiannya dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi. Alessandro Zanardi mengembuskan napas terakhir dengan tenang di tengah keluarga dan sahabat terdekat.

>>> Barcelona Incar Julian Alvarez Jadi Target Utama Bursa Transfer

"Dengan kesedihan mendalam, keluarga mengumumkan kepergian Alessandro Zanardi. Alex meninggal dengan damai, dikelilingi oleh cinta dari keluarga dan teman-temannya," demikian bunyi pernyataan keluarga.

Perjalanan Karier yang Menginspirasi

Zanardi memulai karier di F1 pada 1991 bersama tim Jordan, Minardi, dan Lotus.

Puncak kesuksesannya di dunia balap justru diraih di Amerika Serikat, saat ia memenangi gelar juara CART Championship secara beruntun pada 1997 dan 1998.

Kecelakaan tragis di Lausitzring, Jerman, pada 2001 mengubah hidupnya. Ia kehilangan kedua kaki, namun semangatnya tak pernah padam.

Zanardi beralih ke para-sepeda dan meraih dua medali emas Paralimpiade London 2012, serta mengulang prestasi serupa di Rio 2016.

>>> Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Pertalite Aman di Seluruh Indonesia

Ia juga mengoleksi 12 gelar juara dunia dan memenangi New York Marathon 2011.

Tak hanya itu, ia sempat kembali ke lintasan balap di ajang World Touring Car Championship (WTCC) bersama BMW, meraih empat kemenangan antara 2005 hingga 2009.

Penghormatan dari Berbagai Pihak

Federasi Automobil Internasional (FIA) menyampaikan duka cita mendalam.

"Perjalanannya dari kecelakaan yang mengubah hidup hingga menjadi peraih medali emas Paralimpiade menjadikannya salah satu kompetitor yang paling dikagumi," tulis FIA.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga memberikan penghormatan. "Alex Zanardi tahu cara untuk bangkit kembali setiap saat.

>>> Saham SpaceX Melonjak 20 Persen pada Debut Perdagangan Perdana di Nasdaq

Ia memberi kita harapan, kebanggaan, dan kekuatan untuk tidak pernah menyerah. Terima kasih, Alex," ujar Meloni.