Saham perusahaan kedirgantaraan SpaceX resmi memulai perdagangan perdana di bursa Nasdaq Amerika Serikat dengan kode emiten SPCX pada Jumat, 12 Juni 2026 siang waktu setempat.

Berdasarkan laporan Forbes, saham SpaceX dibuka pada harga 150 dolar AS per lembar, melonjak hampir 20 persen dari harga penawaran umum perdana (IPO) yang ditetapkan sebesar 135 dolar AS.

>>> Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Pertalite Aman di Seluruh SPBU

Kapitalisasi pasar SpaceX kini mencapai 1,77 triliun dolar AS, menjadikannya perusahaan paling berharga kedelapan di dunia, tepat di atas Saudi Aramco (1,75 triliun dolar AS) dan Tesla (1,49 triliun dolar AS).

Lonjakan harga saham ini juga mendongkrak kekayaan Elon Musk menjadi 1,1 triliun dolar AS, menjadikannya triliuner pertama di dunia.

Minat Investor Sangat Tinggi

Aksi korporasi ini sempat menghadapi upaya penundaan setelah Senator Elizabeth Warren mengirimkan surat setebal 12 halaman kepada Komisaris SEC Paul Atkins pada Rabu, 10 Juni 2026 terkait struktur tata kelola dan perlindungan investor.

Menurut laporan Reuters yang dikutip Forbes, minat terhadap IPO SpaceX sangat tinggi dengan total permintaan investor mencapai 250 miliar dolar AS, mengalami kelebihan permintaan hingga empat kali lipat.

Sejumlah sekuritas seperti Charles Schwab, Fidelity, Robinhood, SoFi Technologies, dan E*Trade menyediakan akses alokasi saham bagi investor ritel dengan ketentuan batas saldo akun yang bervariasi.

Menanggapi momentum penawaran saham perdana terbesar sepanjang sejarah ini, Elon Musk menyatakan rasa tidak percayanya.

>>> Cara Aktifkan TikTok PayLater Terbaru Tahun 2026

"Sungguh sulit dipercaya bahwa perusahaan kecil yang dimulai di sebuah gudang di El Segundo kini go public," ujarnya dari Texas.