Faraday Future kembali mengambil langkah drastis untuk bertahan hidup. Perusahaan yang sempat fokus pada mobil listrik ultra-mewah itu mengumumkan reverse stock split dengan rasio 1:150.

Langkah ini dilakukan agar harga sahamnya kembali memenuhi persyaratan minimum US$1 yang ditetapkan Nasdaq.

>>> BMW Batal Ikut Paris Motor Show 2026, Pilih Pameran Selektif

Saat ini saham Faraday Future diperdagangkan di kisaran 8 sen, hanya sedikit di atas level terendah 52 minggu sebesar US$0,066.

Sepanjang tahun ini, saham perusahaan telah anjlok 92%. Kondisi ini membuat mereka terancam delisting dari bursa.

Detail Reverse Stock Split

Reverse stock split akan berlaku pada 24 Juli. Setiap 150 lembar saham lama akan dikonversi menjadi satu lembar saham baru.

Jumlah saham beredar akan berkurang dari 384.527.828 menjadi sekitar 2.563.519. Harga saham diperkirakan naik ke sekitar US$12 setelah split.

Faraday Future menyebut langkah ini sebagai perkembangan positif yang akan menciptakan "penyangga kepatuhan berkelanjutan" dan meningkatkan daya tarik saham bagi investor institusional.

>>> Polisi Colorado Tangkap Pria Sadar karena DUI, Wajib Bayar Rp8 Miliar

Perusahaan mencatat bahwa investor institusi, dana profesional, dan beberapa platform perdagangan menghindari sekuritas berharga rendah seperti saham penny.

Meski demikian, berbagai masalah fundamental Faraday Future masih belum terselesaikan. Harga saham diprediksi akan terus turun setelah split.

Perusahaan kini lebih fokus pada bisnis robot. Hingga saat ini, penjualan, pengiriman, dan pengiriman robot telah melampaui 250 unit.

Faraday Future juga mengumumkan paten untuk sistem transmisi hybrid pada Juni lalu.

>>> Penjualan Mobil China Terburuk Sejak 2021, Bukan karena EV

Sistem tersebut rencananya akan diintegrasikan ke dalam sistem AIHER yang sedang dikembangkan untuk model FX generasi mendatang.