DPR AS Sahkan UU Pertahanan FY27 dengan Klausul Integrasi Teknologi Militer Israel

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) Tahun Fiskal 2027 senilai $1,15 triliun dalam pemungutan suara 216–212 pada 22 Juli 2026.
RUU H.R. 8800 tersebut tetap mempertahankan ketentuan kontroversial yang melembagakan integrasi teknologi militer yang dalam dengan Israel.
>>> Columbus Crew Jamu NYCFC di Laga Perdana MLS Usai Piala Dunia
Pengesahan berlangsung hampir sepenuhnya berdasarkan garis partai setelah Komite Aturan DPR memblokir pemungutan suara di lantai atas amandemen yang menargetkan Bagian 219.
Isi Ketentuan Kontroversial
Bagian 219 mengarahkan Menteri Pertahanan untuk menunjuk agen eksekutif Pentagon guna mengelola Inisiatif Kerja Sama Teknologi Pertahanan Amerika Serikat-Israel.
Inisiatif ini mengoordinasikan penelitian bersama, kecerdasan buatan, sistem anti-drone, dan logistik rantai pasok.
Para penentang inisiatif berpendapat bahwa formalisasi integrasi struktural menciptakan risiko keamanan nasional dan kedaulatan yang signifikan bagi Amerika Serikat.
Kritik dari Anggota DPR
Perwakilan Thomas Massie, Partai Republik dari Kentucky, mengkritik bahwa tidak ada debat atau pemungutan suara yang diizinkan pada Bagian 219.
Massie menyebut kodifikasi integrasi teknologi militer dan rantai pasok dengan negara lain sebagai tindakan berbahaya.
Ia menekankan bahwa melembagakan perjanjian semacam itu menghilangkan fleksibilitas presiden masa depan untuk menarik diri dari pengaturan tersebut.
Perwakilan Ro Khanna, Demokrat dari California, bersama Massie memimpin amandemen untuk menghapus ketentuan tersebut dan mendesak perlawanan berkelanjutan.
Perwakilan Alexandria Ocasio-Cortez, Demokrat dari New York, menyebut Bagian 219 sebagai ancaman eksistensial terhadap kedaulatan dan demokrasi Amerika.
>>> Bintang 'RHOSLC' Whitney Rose dan Justin Rose Berpisah Setelah 16 Tahun Menikah
Perwakilan Ilhan Omar, Demokrat dari Minnesota, mengecam pemasukan ketentuan tersebut dalam paket belanja pertahanan.
Update Terbaru
Ruben Onsu Minta Bukti Teror Debt Collector, Bank Heran dengan Tudingan Sarwendah
Kamis / 23-07-2026, 07:41 WIB
Calon Suami Curiga Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sudah Direncanakan
Kamis / 23-07-2026, 07:41 WIB
Ruben Onsu dan Sarwendah Diminta Contoh Gading-Gisel soal Pengasuhan Anak
Kamis / 23-07-2026, 07:41 WIB
Bobby Nasution Tinggalkan Sidang DPRD Sumut Saat Pembahasan LPJ APBD
Kamis / 23-07-2026, 07:38 WIB
Lenovo Luncurkan Lecoo Pro 14 dengan Opsi Intel dan AMD, RAM 24GB, Dukung eGPU OCuLink
Kamis / 23-07-2026, 07:37 WIB
Viral: Alumni Ungkap Dugaan Pelecehan Dosen Setelah 10 Tahun
Kamis / 23-07-2026, 07:37 WIB
Manga Kai-hen Wizards Karya Yellow Tanabe Kembali pada 29 Juli
Kamis / 23-07-2026, 07:22 WIB
Keluarga Chadwick Boseman Minta Pengadilan Copot Janda sebagai Administrator Warisan
Kamis / 23-07-2026, 07:22 WIB
Juri Vonis Mantan Presiden Senat Montana Jason Ellsworth Bersalah
Kamis / 23-07-2026, 07:22 WIB
Max Fried Kembali dari Cedera, Yankees Hadapi Pirates
Kamis / 23-07-2026, 07:21 WIB
Model Scout Terkait Kasus Epstein Ditemukan Tewas di Paris
Kamis / 23-07-2026, 07:21 WIB
Flamengo Hadapi Chapecoense di Serie A, 22 Juli 2026
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
Jadwal 7 Wakil Indonesia di 16 Besar China Open 2026: Jonatan Main
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB







