Ekonomi Iran Tertekan, Israel Siapkan Serangan Baru
Israel kembali mempertimbangkan serangan terhadap Iran di tengah tekanan ekonomi yang dialami Teheran akibat perang berbulan-bulan.
Tiga sumber Israel mengungkapkan pihak berwenang telah menyusun rencana operasional untuk eskalasi lebih lanjut dalam konflik Amerika Serikat versus Iran.
>>> Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis Masuk RPJMD hingga APBD
Pasukan pun diminta dalam siaga tinggi.
Sumber tersebut mengatakan AS belum meminta Israel terlibat dalam operasi yang baru meletus pada awal Juli ini. Namun, Israel siap jika diminta.
Salah satu sumber menilai serangan AS baru-baru ini terhadap jembatan-jembatan di Iran memberikan pukulan signifikan terhadap jaringan transportasi dan perdagangan negara itu.
"Ekonomi Iran sedang runtuh, dan pada akhirnya ini akan semakin melemahkan rezim," kata sumber tersebut.
Israel melihat ekonomi Iran sebagai salah satu kerentanan terbesar rezim. Hal ini tercermin saat protes massal akibat inflasi pada Januari lalu.
Meski demikian, salah satu sumber mengatakan Israel merasa puas dengan status quo saat ini: tetap di pinggir lapangan sementara AS dan Iran saling menyerang dan jauh dari kesepakatan nuklir.
>>> Dua Komandan Garda Nasional Udara Dipecat karena 'Kehilangan Kepercayaan'
Pejabat senior Israel lain menyebut kemungkinan eskalasi lebih jauh di Selat Hormuz dan menyeret Israel ke dalam pertempuran meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Namun, situasi masih belum pasti karena Tel Aviv memantau upaya mediasi regional.
Sumber lain menyebut jika Israel akhirnya bergabung, mereka akan menyerang target bernilai tinggi, terutama infrastruktur energi dan situs nuklir.
Target itu bisa menentukan hasil perang, tetapi juga membawa risiko besar bagi negara-negara Teluk dan harga minyak.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengadakan pertemuan keamanan terbatas pada Senin malam untuk membahas kemungkinan skenario keterlibatan Israel: bergabung atas permintaan Washington, langkah Iran yang memicu pembalasan, atau serangan pendahuluan Israel.
Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Eyal Zamir, juga menyampaikan kesiapan militer.
>>> 4 Cushion Tahan Lama Diskon hingga 50% di Shopee, Harga di Bawah Rp100 Ribu
"Kami siap untuk segera kembali berperang dan akan bertindak dengan kekuatan besar terhadap siapa pun yang membahayakan kami," katanya pada Minggu.
Update Terbaru
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB
Pedri Pangkas Libur demi Latihan Mandiri di Canary
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







