Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis Masuk RPJMD hingga APBD
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan penanganan tuberkulosis (TB) menjadi prioritas dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Pengawalan itu mencakup Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
>>> Dua Komandan Garda Nasional Udara Dipecat karena 'Kehilangan Kepercayaan'
Langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan Kemendagri terhadap percepatan eliminasi tuberkulosis di Indonesia.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyampaikan hal itu saat meninjau pelaksanaan Skrining Tuberkulosis Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Wakil Menteri Kesehatan di Gedung Dharma Wanita/PKK Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7).
"Kami dari Kementerian Dalam Negeri akan melihat secara langsung apakah masalah penanganan tuberkulosis ini masuk dalam dokumen perencanaan anggaran, RPJMD, RKPD, kemudian juga Renstra perangkat daerah, dan APBD itu sendiri," katanya dalam keterangan tertulis.
Wiyagus menjelaskan, penanggulangan tuberkulosis merupakan wujud dari Asta Cita keempat yang berfokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Ia menyebut Asta Cita keempat juga menjadi kunci dalam mewujudkan poin Asta Cita lainnya.
Eliminasi tuberkulosis, kata dia, menjadi salah satu program yang harus dijalankan mulai dari tingkat desa.
"Termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita melakukan eliminasi tuberkulosis. Ini dimulai dari yang terdepan, dari desa.
Karena memang target kita dari yang terbawah RT/RW, PKK semua dilibatkan," tuturnya.
Di samping penguatan perencanaan, Wiyagus menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis.
Pemerintah daerah diminta segera memenuhi kebutuhan data yang diminta Kementerian Kesehatan.
Update Terbaru
Game Boy Pocket Berusia 30 Tahun, Warisannya Masih Terasa di Genggaman Modern
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







