Khalil Al Hayya Jadi Pemimpin Baru Hamas, Ini Dampaknya bagi Gaza
Khalil Al Hayya resmi terpilih sebagai pemimpin baru Hamas, menggantikan Yahya Sinwar yang tewas pada Oktober 2024. Pemilihan ini berlangsung hampir dua tahun setelah kematian Sinwar.
Al Hayya mengalahkan pesaing utamanya, Khaled Meshaal, hanya dengan selisih satu suara. Sebelumnya, Hamas dikelola oleh dewan kepemimpinan beranggotakan lima orang sejak Sinwar tewas.
>>> Arthatel Percepat Transformasi Digital dengan Layanan ICT End-to-End
Sosok Pragmatis di Tengah Konflik
Al Hayya dikenal sebagai figur pragmatis yang terlibat langsung dalam negosiasi dengan Amerika Serikat. Ia pernah berunding dengan Jared Kushner dan Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Donald Trump.
Hubungan baiknya dengan Witkoff disebut-sebut membuka peluang perundingan lebih lanjut soal masa depan Gaza. Witkoff bahkan menyampaikan belasungkawa atas kematian putra Al Hayya yang tewas dalam serangan Israel.
Menurut peneliti ECFR Muhammad Shehada, Al Hayya adalah bagian organik dari Poros Perlawanan Iran, namun tetap nyaman dengan jalur negosiasi.
Witkoff disebut sangat ingin bernegosiasi langsung dengannya.
Dampak bagi Gaza dan Kelangsungan Hamas
Pengamat menilai terpilihnya Al Hayya tidak akan mengubah struktur internal Hamas secara mendasar. Hugh Lovatt dari ECFR menyebutnya sebagai kandidat kesinambungan yang dekat dengan kepemimpinan senior.
>>> Alex Baena Cetak Sejarah: Juara Euro, Olimpiade, dan Piala Dunia Berturut-turut
Al Hayya dianggap pragmatis dan mampu membimbing Hamas di jalur yang sama seperti sejak gencatan senjata Oktober 2025.
Meskipun Israel berulang kali melanggar perjanjian, Hamas tetap mempertahankan fungsi administratif di Gaza.
Khaled Al Hroub dari Universitas Northwestern Qatar mengatakan pengangkatan ini menegaskan bahwa struktur internal Hamas masih utuh. Gaza tetap menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan.
Meskipun fungsi militer Hamas melemah akibat serangan Israel, kelompok ini masih mengawasi layanan kesehatan dan operasi penyelamatan darurat di Gaza.
>>> Kader Kena OTT KPK, PAN Pecat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini
Al Hayya lahir dan besar di Gaza, kini memimpin dalam pengasingan.
Update Terbaru
Game Boy Pocket Berusia 30 Tahun, Warisannya Masih Terasa di Genggaman Modern
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







