Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin resmi terdepak dari jajaran 10 besar ranking BWF.

Dalam pembaruan peringkat yang dirilis pada Selasa, 16 Juni 2026, mereka turun dua peringkat ke posisi 12 dunia.

>>> Portugal Hadapi RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Penurunan ini terjadi setelah mereka absen dari Australia Open 2026. Keputusan absen diambil demi mencegah kambuhnya cedera lutut yang dialami Raymond.

Posisi 10 dunia yang sebelumnya dipegang Raymond/Joaquin kini digeser oleh pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi.

Chen/Liu naik peringkat setelah menjuarai Australia Open 2026 dengan mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di final dengan skor 21-15 dan 21-19 pada Minggu, 14 Juni 2026.

Pelatih Ganda Putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menjelaskan bahwa langkah preventif ini diambil tim pelatnas PBSI.

"Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open," katanya.

Tim pelatih juga mempertimbangkan kondisi fisik atlet pascacedera. "Apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh," imbuh Antonius.

Sebelum absen, Raymond/Joaquin sempat menembus peringkat 10 besar dunia per 9 Juni 2026 setelah menjadi finalis Indonesia Open 2026.

Mereka pun memasang target baru. "Memang target kita di tahun ini (menembus) Top 10, dan puji Tuhan sudah resmi Top 10.

Sekarang ganti lagi targetnya, Top 7 atau Top 8," ujar Nikolaus Joaquin.

Saat ditanya tenggat waktu target tersebut, Joaquin menjawab singkat, "Secepatnya."

Mengenai lonjakan performa musim ini, Joaquin menyatakan tidak ada latihan khusus. "Sebenarnya enggak ada (latihan khusus), sama saja sih.