Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) harus diiringi dengan penerapan etika yang kuat.

Menurut Gibran, penguasaan teknis AI bukanlah satu-satunya hal yang penting. Nilai dan integritas juga harus menjadi landasan dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

>>> Yum! Brands Jual Jaringan Pizza Hut Senilai 2,7 Miliar Dollar AS

"Ada satu hal yang jauh lebih penting dari sekedar teknis penguasaan AI, yaitu etika. Teknologi tanpa etika itu berbahaya," kata Gibran melalui akun Instagramnya, Rabu (17/6/2026).

Gibran menyoroti potensi besar AI dalam menciptakan inovasi dan konten positif. Namun, ia juga mengingatkan risiko penyalahgunaan teknologi ini.

"AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoax, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain," ucapnya.

Ia mengimbau generasi muda untuk tidak menggunakan AI untuk tindakan yang merugikan orang lain. Kecanggihan teknologi harus mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas.

"Saya ingin mengingatkan, pemanfaatan AI harus didasari oleh nilai-nilai integritas. Jangan gunakan AI untuk menipu.

Jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain," tegasnya.

>>> OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Normal Usai Penahanan Tiga Petinggi

Gibran menekankan bahwa tantangan terbesar di era modern bukan sekadar menguasai teknologi, melainkan memastikan pemanfaatannya secara bertanggung jawab.

"AI harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, untuk mempermudah hidup, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial. Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang beradab," katanya.

Indonesia memiliki talenta-talenta terbaik di bidang AI. Pemerintah tengah menyiapkan ekosistem pendukung untuk memfasilitasi potensi tersebut.

Langkah nyata telah ditempuh dengan merampungkan Readiness Assessment Methodology (RAM) AI yang disusun oleh UNESCO. Instrumen ini digunakan untuk menilai kesiapan dan tata kelola AI nasional secara terukur.

"Kuasai teknologinya. Pegang teguh etikanya.

>>> Dishub DKI Jakarta Tindak 258 Pelanggaran Parkir Liar di Lima Wilayah

Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat," pungkas Gibran.