Tim nasional sepak bola Iran berhasil menahan imbang Selandia Baru dengan skor 2-2 dalam laga Grup G Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Senin (15/6/2026) waktu setempat.

Pertandingan tersebut diwarnai demonstrasi politik di luar arena dan perbedaan pandangan di antara para pendukung.

>>> Raphinha Tunda Negosiasi dengan Al Hilal demi Piala Dunia 2026

Tim yang dijuluki Team Melli itu dua kali tertinggal dari lawan, namun mampu menyamakan kedudukan.

Meski kehilangan dua poin penting, para suporter tetap merayakan setiap gol dengan gegap gempita di dalam stadion.

Perpecahan Suporter di Dalam Stadion

Atmosfer di dalam stadion dipenuhi persatuan, meski komunitas Iran-Amerika di Los Angeles terpecah secara politik.

Sebagian penggemar membawa bendera Republik Islam, sementara kelompok oposisi menggunakan bendera sebelum revolusi 1979 yang bergambar singa dan matahari.

Yel-yel dukungan untuk Iran menggema setiap kali pemain membangun serangan.

Kekhawatiran akan kerusuhan tidak terbukti karena jumlah suporter Iran jauh lebih banyak dan laga berakhir tanpa insiden besar.

Seorang penggemar dari New York, Parsa Tafreshi, mengatakan, "Saya yakin ketika kami mencetak gol hari ini, semua orang akan bersorak."

Suporter lain, Sudi Farokhnia, yang mengenakan atribut bendera oposisi, menambahkan, "Saya suka bahwa semua hiruk-pikuk hanya di luar stadion.

>>> Erling Haaland Borong Dua Gol, Norwegia Ungguli Irak 2-1 di Babak Pertama

Begitu masuk stadion, yang terdengar hanya 'Iran, Iran, Iran'. Energinya luar biasa."

Aksi Protes di Luar Stadion

Di luar stadion, sekelompok kecil demonstran berkumpul membawa bendera Israel dan menyuarakan protes menentang pemerintah Teheran, Hamas, serta Hizbullah.

Mereka juga membawa spanduk yang mencap timnas Iran sebagai bagian dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).