Seorang demonstran, Kourosh Kiumarsi, menjelaskan, "Israel dan AS menyerang rezim dan membantu rakyat Iran. Mereka tidak berperang dengan Iran, mereka berperang dengan rezim Republik Islam."

Ekspresi politik juga terlihat di dalam tribun melalui kaos yang dikenakan seorang penonton untuk mengenang korban konflik.

Arash, suporter Iran, mengatakan tulisannya merujuk pada 168 anak-anak yang tewas di sebuah sekolah perempuan di Minab akibat perang antara AS-Israel dan Iran.

"Ini pernyataan sederhana: sekolah adalah tempat suci, baik itu penembakan atau pemboman. Sekolah adalah tempat belajar yang tidak boleh diganggu," ujar Arash.

Aksi protes juga terjadi saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan, di mana banyak penonton mencemoohnya karena dianggap mewakili pemerintah.

>>> Kylian Mbappe Cetak Dua Gol dan Pecahkan Rekor Timnas Prancis

Sebelumnya, partisipasi Iran sempat terancam akibat perang sehingga mereka terpaksa bermarkas di Meksiko karena pemerintahan Donald Trump menolak menjamu mereka di AS.