FIFA menerapkan kebijakan baru pada Piala Dunia 2026 dengan mewajibkan jeda minum atau hydration break di seluruh pertandingan.

Aturan ini berlaku universal, tidak hanya untuk laga di wilayah beriklim panas.

>>> Iran Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026, Demonstrasi Warnai Laga

Dilansir dari Detik Health, jeda minum tetap dijalankan meskipun pertandingan berlangsung di suhu dingin atau stadion tertutup.

Langkah ini diambil sebagai proteksi untuk menjaga keselamatan pemain dari risiko gangguan kesehatan akibat kekurangan cairan.

Hidrasi yang buruk di lapangan dapat memicu kondisi berbahaya seperti heat exhaustion hingga heat stroke.

Aturan Baru yang Lebih Ketat

Pada periode sebelumnya, jeda minum hanya diberlakukan situasional berdasarkan indikator Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT) Index.

>>> Raphinha Tunda Negosiasi dengan Al Hilal demi Piala Dunia 2026

Pertandingan baru dihentikan jika suhu lingkungan dianggap membahayakan.

Namun, pada Piala Dunia 2026, regulasi ini bersifat wajib untuk seluruh jalannya laga.

Wasit akan menghentikan permainan pada menit ke-22 di setiap babak untuk memberikan waktu istirahat.

Sesi khusus ini berlangsung selama masing-masing 3 menit.

>>> Erling Haaland Borong Dua Gol, Norwegia Ungguli Irak 2-1 di Babak Pertama

Durasi tersebut dapat dimanfaatkan pemain untuk memulihkan stamina dan mengonsumsi cairan tanpa harus mencuri kesempatan di tengah laga.