Harga emas spot dunia melonjak 0,8 persen menjadi US$ 4.338,86 per ons troi pada akhir perdagangan.

Kenaikan ini dipicu oleh kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz.

>>> Thomas Partey Dipastikan Absen Bela Ghana di Piala Dunia 2026

Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada pasar keuangan global.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga ditutup menguat tipis 0,1 persen ke level US$ 4.354,40 per ons troi.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Perkembangan ini turut memengaruhi prediksi kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger menilai prospek kesepakatan AS-Iran menjadi faktor utama penopang harga emas dalam dua hari terakhir.

"Penurunan suku bunga jangka pendek dan harga energi membuat kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga tahun ini menjadi lebih kecil," ujarnya.

Meredanya konflik Timur Tengah langsung menekan harga minyak dunia.

Kontrak Brent turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret setelah anjlok hampir 5 persen pada hari sebelumnya.

>>> Piala Dunia 2026 Terapkan Aturan Hydration Break di Setiap Babak

Penurunan harga energi membuat pasar mulai mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Desember kini turun menjadi sekitar 60 persen dari posisi pekan lalu yang berada di angka 70 persen.

Sebelumnya, lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Israel dan Iran sempat membebani pasar emas karena memicu kekhawatiran inflasi tinggi.