Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

Sebelumnya, IHSG melonjak 4,12 persen ke level 6.254,96 pada penutupan Senin (15/6/2026).

>>> Phintraco Sekuritas Prediksi IHSG Menguat ke Level 6.400

Pemulihan pasar modal didorong oleh terbentuknya pola pembalikan arah (v-shape recovery) dan melandainya aksi jual bersih investor asing.

Aksi jual bersih tercatat sebesar Rp 106 miliar pada Senin (15/6/2026).

Sentimen positif juga datang dari ekspektasi pelaku pasar terhadap keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. BI diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,5 persen.

Bank sentral Amerika Serikat juga diprediksi menahan suku bunga acuan mereka.

Sementara itu, prospek perdamaian global antara AS dan Iran menekan harga minyak dunia, berdampak positif pada stabilitas rupiah.

Momentum kenaikan IHSG dinilai masih kuat selama mampu bertahan di atas area batas bawahnya.

>>> PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja di Sulawesi, Perpanjang Pendaftaran hingga 25 Juni 2026

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 5.931–6.071 dengan target resistance di 6.300–6.360.

Reza merekomendasikan akumulasi beli saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di kisaran Rp 4.400–Rp 4.500 dengan target Rp 4.610–Rp 4.720.

Ia juga merekomendasikan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pada level Rp 2.650–Rp 2.700 dengan target Rp 2.850–Rp 2.940.

Selain itu, Reza mencermati pergerakan saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) dengan area beli Rp 270–Rp 276 dan target harga Rp 284–Rp 300.

Pendiri WH-Project, William Hartanto, memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 6.188 hingga 6.400.

>>> Piala Dunia 2026 Wajibkan Hydration Break di Setiap Pertandingan

Ia merekomendasikan saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dengan target harga Rp 1.900–Rp 2.000 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan target Rp 2.300–Rp 2.400 per saham.