Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam 4,12 persen ke level 6.254,96 pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026.

Lonjakan ini menandai pembalikan arah yang kuat bagi pasar modal domestik setelah sempat tertekan hebat pada pekan sebelumnya.

>>> Astrolog Vinay Bajrangi Ingatkan Gemini dan Cancer Jaga Kejujuran Emosional Hari Ini

Sepanjang perdagangan sepekan terakhir, IHSG tercatat melesat hingga 17,09 persen dari posisi terendahnya.

Meskipun demikian, secara year-to-date, IHSG masih anjlok sebesar 27,66 persen.

IHSG membuka perdagangan pada posisi 6.118,73, dengan acuan penutupan sebelumnya di level 6.007,66.

Sepanjang jam perdagangan, indeks bergerak dalam rentang harian antara 6.118,08 hingga level tertinggi di 6.345,80.

Rentang pergerakan 52 minggu terakhir mencatat posisi terendah di 5.317,91 dan tertinggi di 9.174,47.

Penguatan tajam ini dipicu oleh kembalinya minat beli pemodal lokal pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Beberapa sektor andalan kembali menjadi motor penggerak utama indeks setelah sempat menyentuh level terendah pada posisi 5.342,13 pada Senin, 8 Juni 2026 lalu.

Aksi Jual Bersih Investor Asing

Di tengah penguatan indeks, pemodal internasional justru terpantau masih melakukan pelepasan aset.

Pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, aksi jual bersih asing (net foreign sell) mencapai Rp105,86 miliar.

Tekanan jual ini memperpanjang tren keluar modal asing dari pasar keuangan dalam negeri.

>>> Polri Resmi Luncurkan SIM D dan D1 untuk Penyandang Disabilitas

Hingga pertengahan Juni 2026, total aksi jual bersih asing telah menembus Rp67,34 triliun sepanjang tahun berjalan.

Performa Saham Emiten Unggulan

Sejumlah saham emiten spesifik mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan menjadi penopang utama penguatan IHSG hari ini.