Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. Potensi ini muncul setelah indeks mencatat lonjakan signifikan pada penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan terakhir, IHSG melonjak 4,12 persen ke level 6.254.

>>> BYD Atto 1: Simulasi Biaya Perjalanan Jakarta-Solo via Tol Trans Jawa

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya selera risiko investor setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Meredanya ketegangan geopolitik turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp 17.700 per dolar AS. Selain itu, kesepakatan tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap risiko energi global.

Proyeksi Teknikal IHSG

Analis BRI Danareksa Sekuritas menyebut pergerakan indeks berpotensi kembali menguat seiring terbentuknya pola pemulihan V-shape. Indeks dinilai sukses bertahan di atas level psikologis 6.000.

Faktor pendukung lain datang dari ekspektasi kebijakan moneter. Bank Indonesia dan The Fed diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga saat ini.

>>> Harga Crypto Hari Ini 17 Juni 2026: Pantau Pergerakan 2 Juta Pasangan Aset

Secara teknikal, momentum rebound masih terjaga selama IHSG bertahan di atas support 6.071–5.931. Potensi penguatan selanjutnya menuju resistance 6.300–6.360.

Sementara itu, pergerakan di pasar global bervariasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,64 persen ke 51.999,6, sedangkan S&P 500 turun 0,57 persen ke 7.511,3 dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,15 persen ke 26.376,3.

>>> MBMA Usulkan James Nicholas sebagai CFO dan Ashutosh sebagai Direktur Operasional

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham BMRI, MDKA, dan SMIL untuk trading.