PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengusulkan pengangkatan James Nicholas sebagai Chief Financial Officer (CFO) dan Ashutosh Srivastava Fausimm sebagai Direktur Operasional.

Usulan ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) elektronik yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

>>> Emiten Besar Ramai Gelar Buyback Saham Jumbo saat Pasar Berfluktuasi

Perombakan manajemen ini juga diiringi dengan pengajuan pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari posisinya sebagai Direktur Perseroan.

Manajemen MBMA menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Anthony selama masa tugasnya.

Penyegaran Manajemen untuk Ekspansi Bisnis

Presiden Direktur MBMA Teddy Nuryanto Oetomo menyatakan, langkah penyegaran ini bertujuan memperkuat struktur kepemimpinan, terutama di lini keuangan dan operasional.

"Kami percaya pengalaman dan kompetensi yang dibawa oleh calon anggota Direksi baru akan memperkuat kemampuan Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis, meningkatkan efektivitas operasional, serta menjaga disiplin keuangan dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang MBMA," ujar Teddy dalam keterangan resmi.

James Nicholas, 43 tahun, bukan wajah baru di MBMA. Ia telah menjabat sebagai General Manager Finance, Accounting and Tax sejak November 2022.

>>> Emiten Besar Ramai-Ramai Buyback Saham, Total Dana Capai Rp12,5 Triliun

Sebelumnya, ia berkarier di GoTo, Lazada Indonesia, serta firma akuntansi global PricewaterhouseCoopers Indonesia dan Inggris.

Sementara itu, Ashutosh Srivastava Fausimm memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di industri pertambangan global. Ia telah menjabat sebagai Executive General Manager MBMA sejak Maret 2023.

Sebelum bergabung, ia menempati posisi strategis di perusahaan internasional seperti Coal India Limited, Mining Plus Pty Ltd, Blackham Resources Limited, Superior Gold Inc, hingga Red 5 Limited atau Vault Minerals Limited.

MBMA merupakan salah satu pemain utama dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik nasional.

>>> Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.652 per Dolar AS pada Rabu Pagi

Perusahaan mengelola sejumlah aset terintegrasi, termasuk tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral, smelter RKEF, fasilitas nickel matte, pabrik HPAL, dan kawasan industri Indonesia Konawe Industrial Park.