Hindari Sembilan Kebiasaan Ini Agar Smartphone Tidak Cepat Rusak
Smartphone kini menjadi perangkat esensial untuk bekerja hingga hiburan. Namun, performanya bisa menurun drastis akibat kebiasaan keliru pengguna.
Dilansir dari Medcom, sejumlah tindakan sepele berpotensi memicu kerusakan komponen internal hingga mengancam keamanan data. Berikut sembilan kebiasaan yang perlu dihindari agar ponsel pintar awet.
>>> 4 Peringatan Penting Setiap 1 Mei: Dari Hari Buruh hingga Hari Cinta Global
Kebiasaan Pengisian Daya yang Keliru
Mengisi daya baterai semalaman memang praktis, tetapi berisiko mempercepat penurunan mutu baterai.
Meski ponsel modern punya sistem pemutus arus otomatis, daya di level 100 persen terlalu lama tetap tidak ideal.
Membiarkan baterai terkuras hingga 0 persen secara berulang juga berbahaya. Baterai lithium-ion bekerja optimal jika dayanya dijaga pada rentang kapasitas tertentu.
Penggunaan charger tiruan atau tanpa sertifikasi resmi memperbesar risiko kerusakan. Aksesori tidak standar menghasilkan tegangan listrik tidak stabil, menyebabkan baterai cepat aus hingga panas berlebih.
Gunakan charger bawaan atau produk bersertifikasi.
Mengoperasikan ponsel untuk game atau video saat dicas memicu suhu drastis. Beban kerja ganda ini mempercepat keausan perangkat.
>>> Kemenkeu Salurkan Pembiayaan UMi Rp 64,2 Triliun hingga Juni 2026
Ancaman Kerusakan Fisik dan Lingkungan
Paparan suhu ekstrem, baik panas maupun dingin, berdampak buruk pada komponen elektronik. Jangan tinggalkan ponsel di mobil terparkir atau di bawah terik matahari langsung.
Mengabaikan casing pelindung dan tempered glass membuat bodi serta layar rentan retak saat terjatuh. Tanpa proteksi, risiko kerusakan fisik meningkat.
Menyimpan ponsel di saku atau tas bersama benda logam seperti koin dan kunci berisiko goresan. Gesekan konstan merusak estetika perangkat.
Kelalaian Sistem Pemeliharaan Digital
Memori internal hampir penuh memperlambat kinerja sistem operasi. Sistem butuh ruang longgar untuk memproses data latar belakang.
Penumpukan file menyebabkan aplikasi crash.
Bersihkan data tidak penting secara berkala untuk menjaga stabilitas. Menunda pembaruan sistem operasi demi menghemat kuota juga berisiko, karena pembaruan membawa patch keamanan krusial.
>>> Timnas Futsal Indonesia Panggil 26 Pemain untuk TC ke Spanyol
Mengunduh aplikasi dari platform pihak ketiga tidak resmi sangat berbahaya karena rentan malware. Hanya pasang aplikasi dari toko resmi untuk melindungi data pribadi.
Update Terbaru
Gibran Rakabuming Raka Temui Perwakilan Mahasiswa di Istana Wapres
Rabu / 17-06-2026, 00:30 WIB
Dinas Pendidikan Jatim Buka SPMB 2026 Tahap Dua, Cek Jadwal dan Syaratnya
Rabu / 17-06-2026, 00:28 WIB
MBMA Siapkan Dana Rp1,46 Triliun untuk Buyback Saham
Rabu / 17-06-2026, 00:20 WIB
10 Ruas Tol Fungsional Gratis untuk Mudik Lebaran 2026
Rabu / 17-06-2026, 00:20 WIB
Akademisi Muhammadiyah Paparkan Strategi Cegah Radikalisme Digital di Malaysia
Rabu / 17-06-2026, 00:20 WIB
Turki Tangguhkan Insentif Pajak BYD Imbas Pabrik Mangkrak
Rabu / 17-06-2026, 00:20 WIB
Persaingan Grup G Piala Dunia 2026 Memanas Setelah Semua Tim Seri
Rabu / 17-06-2026, 00:20 WIB
Dedi Mulyadi Imbau Calon Siswa Jabar Tak Paksakan Sekolah Penuh
Rabu / 17-06-2026, 00:19 WIB
Empat Hari Besar Internasional dan Komunitas yang Diperingati Setiap 16 Mei
Rabu / 17-06-2026, 00:19 WIB
Memahami Thucydides Trap dalam Ketegangan Hubungan AS dan China
Rabu / 17-06-2026, 00:19 WIB
DBL Indonesia Gandeng Aqua sebagai Mitra Utama Kompetisi Dance
Rabu / 17-06-2026, 00:17 WIB
RRQ Wakili Indonesia di Delta Force Invitational Warfare 2026
Rabu / 17-06-2026, 00:16 WIB
Pembongkaran Mesin V6 Toyota Buktikan Penyebab Recall Massal
Rabu / 17-06-2026, 00:16 WIB
GEA Aesthetic dan Croma&Pharma Luncurkan PolyPhil, Perawatan Kulit Alami Berbasis DNA Ikan Trout
Rabu / 17-06-2026, 00:16 WIB






