Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Sentimen positif datang dari pasar global dan domestik.

Penurunan harga minyak mentah dunia setelah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu.

>>> Pemerintah Ceará dan Sebrae/CE Perkuat Integrasi Tata Kelola dan Iklim Usaha

Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga beberapa komoditas turut mendorong pergerakan indeks.

Namun, pasar juga dihadapkan pada pelemahan mayoritas indeks di Wall Street. Potensi aksi ambil untung oleh pelaku pasar bisa menjadi penahan laju penguatan IHSG.

CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya, Rabu (17/6/2026), memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat.

Kisaran support berada di 6.115-5.975 dan resist di 6.395-6.535.

Di bursa Amerika Serikat, indeks ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Investor melakukan rotasi modal dari saham teknologi, terutama produsen chip, ke saham siklikal.

>>> PT Merdeka Battery Materials Usulkan Dua Nama Baru untuk Direksi

Langkah ini bertepatan dengan rencana penandatanganan kesepakatan damai Amerika-Iran di Swiss pada Jumat pekan ini.

Pelemahan tajam melanda emiten chip global seperti Advanced Micro Devices (-7,3%), Broadcom (-4,37%), Micron Technology (-6,18%), dan Nvidia (-2,37%).

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 5,82% ke US$ 76,05 per barel, sementara Brent turun 5,06% menjadi US$ 78,96 per barel.

Penurunan harga komoditas energi ini justru berdampak positif bagi saham siklikal di Wall Street.

Saham Caterpillar ditutup menguat 1,23% dan JP Morgan naik 3,68%.

>>> Pemerintah Ceará Genjot Investasi Daerah Lewat Forum Manajemen Publik

Untuk perdagangan domestik hari ini, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham ANTM, ARCI, BRMS, HRTA, BMRI, dan BBCA untuk aktivitas trading.