Seorang mantan dosen sekaligus alumni Magister Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), Anantasari, S. Si.

, MT. , sukses membuka bisnis laundry unik yang beroperasi tanpa deterjen kimia konvensional.

>>> Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Aktif 17 Juni 2026, Klaim Hadiah Gratis

Usaha bernama Binatu Koe ini berlokasi di Bintaro Sektor 3A, Tangerang, Banten. Anantasari memanfaatkan sabun cair eco enzym buatan sendiri untuk operasional laundry.

Formula ramah lingkungan tersebut memanfaatkan kombinasi antara eco enzym mandiri dan Methyl Ester Sulfonate (MES). MES merupakan surfaktan anionik yang diekstrak dari minyak nabati.

Zat berbasis alami ini lebih mudah terurai oleh alam dan meminimalkan limbah kimia berbahaya yang biasanya mencemari sumber air.

Cairan eco enzym berasal dari sampah kulit buah jeruk, nanas, dan sisa sampah buah lainnya. Penggunaan racikan sendiri ini terbukti ampuh mengangkat kotoran pakaian sekaligus memangkas biaya operasional.

Air sisa cucian dari usaha ini aman dan bisa langsung digunakan kembali untuk menyiram tanaman.

Berawal dari Keresahan Lingkungan

Anantasari menceritakan bahwa bisnis ini lahir dari keresahan pribadi terhadap kelestarian ekosistem di sekitar tempat tinggalnya.

"Ide awal pemakaian sabun ini karena panggilan hati untuk tidak semakin mencemari lingkungan sekitar, khususnya selokan. Karena limbah air cucian dialirkan langsung ke selokan," ungkapnya.

Ia memproduksi sendiri eco enzyme sebagai bahan dasar pembersih pakaian. Cairan fermentasi alami ini dipadukan dengan surfaktan nabati untuk menghasilkan formula yang seimbang.

Eco enzyme dibuat dari limbah kulit buah atau bonggol sayur yang masih segar. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan karena melibatkan masa fermentasi hingga tiga bulan.

>>> Investor Asing Borong Saham Gudang Garam, Net Buy Capai Rp36,88 Miliar