Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengembangan Pendidikan merilis laporan Tracer Study 2025. Survei ini menyoroti karier alumni angkatan 2018 yang telah bekerja satu hingga tiga tahun.

Hasilnya menunjukkan pencapaian luar biasa. Seorang lulusan Teknik Geofisika bahkan meraih pendapatan bulanan hampir Rp120 juta.

>>> Resmi Dibuka, Cek Kuota dan Alur Pendaftaran Jalur Afirmasi PPDB Bandung 2026 Terbaru

Partisipasi dan Responden

Proses pendataan berlangsung dari akhir April hingga Agustus 2025. Survei melibatkan lebih dari 3.200 responden dari total 3.664 alumni angkatan 2018.

Sebanyak 3.274 alumni bersedia memberikan data pekerjaan. Program Studi Manajemen menyumbang responden terbanyak, yakni 170 orang.

Namun, tingkat respons Manajemen justru terendah, sekitar 62 persen. Sementara itu, Program Studi Seni Rupa menjadi penyumbang responden paling sedikit dengan 22 alumni.

Beberapa program studi mencatat partisipasi sempurna 100 persen.

Di antaranya Teknologi Pascapanen, Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Teknik Pangan, Manajemen Rekayasa, Meteorologi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Rekayasa Kehutanan, Rekayasa Pertanian, Rekayasa Hayati, Astronomi, dan Fisika.

Gambaran Pekerjaan dan Penghasilan

Mayoritas alumni memilih bekerja sebagai karyawan atau wiraswasta. Sekitar 76 persen lulusan berstatus bekerja, sementara 5 persen fokus membangun bisnis sendiri.

Sebanyak 14,5 persen melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Sisanya, 4,7 persen, belum atau sedang tidak bekerja saat survei dilakukan.

Rata-rata penghasilan bulanan alumni ITB mencapai Rp10.170.259. Nilai tengahnya Rp8.300.000.

Bonus tahunan rata-rata Rp30.841.154, dengan median Rp18.000.000.

>>> Andoni Iraola Dikabarkan Bakal Gantikan Arne Slot di Liverpool

Ketimpangan Rentang Pendapatan

Pendapatan terendah hanya Rp400 ribu per bulan. Angka ini dialami alumni Seni Rupa yang tengah magang.