Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengumumkan akumulasi dana abadi yang dikelola mencapai Rp180,81 triliun hingga 31 Mei 2026.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembiayaan sektor pendidikan, penelitian, perguruan tinggi, dan kebudayaan secara berkelanjutan.

>>> Norwegia Pimpin Klasemen Grup I Piala Dunia 2026 Usai Cukur Irak

Informasi ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR pada Senin (16/6/2026).

Sektor pendidikan termasuk pesantren menjadi penerima alokasi terbesar dengan nilai Rp148,1 triliun.

Dana abadi penelitian tercatat sebesar Rp13,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp11 triliun, dana abadi kebudayaan Rp6 triliun, dan dana abadi pendidikan Sekolah Umum Garuda sejumlah Rp1,7 triliun.

Pendapatan Investasi dan Defisit

Hingga Mei 2026, pendapatan investasi dari dana kelolaan mencapai Rp2,8 triliun. Sementara itu, realisasi belanja program layanan mencapai Rp4,4 triliun.

Selisih tersebut menyebabkan LPDP mencatat defisit sebesar Rp1,5 triliun. Defisit dipenuhi melalui pemanfaatan akumulasi saldo anggaran lebih dari tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP Yon Arsal menjelaskan bahwa dana abadi yang dikelola terus berkembang dan menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

"Pada tahun 2026 kami mengelola dana abadi sejumlah Rp180,81 triliun," ujar Yon Arsal.

>>> Bank of Japan Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin, Tertinggi Sejak 1995

Dalam penempatan portofolio investasi, LPDP mengalokasikan 75 persen pada obligasi negara, 20 persen deposito, 4 persen obligasi korporasi, dan 2 persen pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Langkah ini dilakukan untuk menjaga likuiditas dan mitigasi risiko.

Manajemen juga menerapkan strategi pergeseran portofolio ke investasi jangka panjang dan mengeksplorasi skema pendanaan bersama (co-funding).

Target imbal hasil ditetapkan sebesar 6,14 persen sesuai Pernyataan Kebijakan Investasi Pemerintah (PKIP).

"Tentu keseimbangan antara investasi jangka panjang dan jangka pendek untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan beasiswa serta memperhatikan opportunity dari yield yang kami harapkan," tambah Yon Arsal.

Selain mengelola dana abadi, LPDP juga memperoleh dana hibah internasional senilai US$5,43 juta dari Bill and Melinda Gates Foundation.

>>> Tottenham Hotspur Siap Bersaing untuk Sandro Tonali di Bursa Transfer 2026

Dana hibah ini digunakan untuk mendukung riset pembudidayaan pisang yang melibatkan institusi dari tujuh negara, yaitu Australia, Belanda, Belgia, Ceko, Indonesia, Italia, dan Uganda.