Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren pemulihan setelah tekanan jual investor asing mulai melandai.

Pada Senin (15/6/2026), IHSG menguat tajam meskipun asing masih mencatat aksi jual bersih sebesar Rp106 miliar.

>>> FF Kipas Beta Viral di TikTok, Klaim Atasi Lag Free Fire di HP Kentang

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebut pergerakan indeks masih dalam jalur positif jangka pendek.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 5.931–6.071 dengan target resistance di 6.300–6.360," ujar Reza, Selasa (16/6/2026).

Pasar menanti hasil keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Stabilitas nilai tukar rupiah dan minat pada aset berisiko didorong ekspektasi suku bunga BI tetap di 5,5% serta kebijakan serupa The Fed.

Sentimen positif juga datang dari penurunan harga minyak dunia seiring harapan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Rekomendasi Saham

Reza merekomendasikan akumulasi beli saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di kisaran Rp4.400–Rp4.500 dengan target Rp4.610–Rp4.720.

>>> Peluang Peningkatan Penilaian MSCI untuk Pasar Modal Indonesia Dinilai Terbatas

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) direkomendasikan pada level Rp2.650–Rp2.700 dengan target Rp2.850–Rp2.940.

Sementara itu, saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) bisa dibeli di area Rp270–Rp276 dengan target Rp284–Rp300.

Pendiri WH-Project, William Hartanto, memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.188 hingga 6.400 pada perdagangan hari ini.

Menurut William, keberhasilan indeks menembus level 6.200 menjadi sinyal awal bagi pelaku pasar.

Ia merekomendasikan saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dengan target harga Rp1.900–Rp2.000 per saham.

>>> IHSG Diproyeksikan Lanjutkan Penguatan ke Level 6.360

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga direkomendasikan dengan target Rp2.300–Rp2.400 per saham.