General Motors (GM) resmi memasuki industri persenjataan Amerika Serikat melalui kemitraan dengan Lockheed Martin.

GM Defense dan Lockheed Martin menandatangani nota kesepahaman yang difasilitasi oleh Departemen Perang AS.

>>> Polisi Pennsylvania Tilang Hampir 700 Pengemudi karena Pegang Ponsel dalam 72 Jam

Kemitraan ini bertujuan memperkuat basis industri manufaktur dan pertahanan Amerika.

Lockheed Martin akan menggabungkan pengetahuan militernya dengan kemampuan rekayasa dan manufaktur GM.

GM menyatakan bahwa inisiatif awal akan mengeksplorasi cara mempercepat kesiapan produksi dan menerapkan pendekatan manufaktur komersial untuk mendukung kebutuhan produksi pertahanan.

Kolaborasi ini memiliki tiga tujuan utama: memperkuat rantai pasokan pertahanan, memajukan kemampuan manufaktur dan desain, serta mengevaluasi peluang untuk memperluas kapasitas produksi.

>>> BMW Speedtop Shooting Brake Tertangkap Kamera Tanpa Kamuflase

COO Lockheed Martin, Frank St. John, menekankan bahwa keamanan Amerika bergantung pada kemampuan memproduksi teknologi dengan cepat, andal, dan dalam skala besar.

GM menambahkan bahwa kemitraan ini mencerminkan permintaan yang meningkat akan kapasitas produksi, ketahanan rantai pasokan, dan kelincahan manufaktur di sektor pertahanan.

Persenjataan AS telah tertekan oleh konflik di Ukraina dan Iran, di mana rudal Patriot buatan Lockheed Martin banyak digunakan.

>>> BMW Buka Pemesanan i3 Lebih Awal karena Permintaan Tinggi

Presiden GM Defense, Steve duMont, mengatakan kedua perusahaan akan mengidentifikasi proyek awal untuk dikerjakan bersama dalam beberapa minggu mendatang.