Apindo: Pelemahan Rupiah Tekan Sektor Manufaktur Nasional
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin menekan sektor manufaktur nasional.
Ketergantungan yang tinggi terhadap bahan baku impor membuat biaya produksi melonjak tajam.
>>> IHSG Melonjak, Investor Asing Justru Catat Net Sell Rp5,52 Triliun
Dolar AS sempat diperdagangkan pada level Rp 18.000 sebelum turun ke posisi Rp 17.944.
Sektor manufaktur menjadi lini paling sensitif karena sekitar 70 persen struktur produksi nasional masih mengandalkan bahan baku dan barang antara dari luar negeri.
Tekanan Biaya Berlapis
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menjelaskan bahwa dampak penurunan nilai kurs ini sudah mulai terakumulasi sejak awal tahun.
"Bagi industri manufaktur, pelemahan rupiah menjadi sangat sensitif karena struktur produksi nasional masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap bahan baku dan barang antara impor, sekitar 70%," ujarnya.
Selain masalah kurs, para pelaku usaha kini harus menghadapi beban biaya berlapis yang bersumber dari luar.
Tingginya biaya logistik, energi, serta pembiayaan domestik turut memperparah ruang gerak dunia usaha.
"Kondisi ini juga terjadi di tengah biaya logistik, energi, dan pembiayaan yang masih relatif tinggi.
Jadi, yang dihadapi pelaku usaha saat ini bukan hanya tekanan nilai tukar, tetapi tekanan biaya berlapis atau externally driven cost pressure," tambah Shinta.
Situasi ini menciptakan tekanan ganda bagi korporasi karena kenaikan biaya produksi tidak bisa dibarengi dengan peningkatan harga jual.
>>> Telkom Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp21,99 Triliun pada Juli 2026
Hal itu terjadi lantaran daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya dan persaingan pasar domestik masih sangat ketat.
Kendati demikian, dampak fluktuasi mata uang ini tidak merata.
Update Terbaru
Kenaikan Harga Pertamax Picu Risiko Kerusakan Mesin Akibat Beralih ke BBM Oktan Rendah
Kamis / 11-06-2026, 12:31 WIB
Komedian Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit, Kondisi Kini Stabil
Kamis / 11-06-2026, 12:31 WIB
5 HP Midrange dengan Kamera Terbaik untuk Video Sinematik, Stabil dan Warna Dramatis
Kamis / 11-06-2026, 12:29 WIB
iHeartRadio Music Festival 2026 Hadirkan BTS dan Cardi B di Las Vegas
Kamis / 11-06-2026, 12:29 WIB
Google Perluas Gemini di Chrome ke Lebih Banyak Wilayah dengan Fitur Edit Gambar dan AI Personal
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
LPS Buka Peluang Evaluasi Suku Bunga Penjaminan Usai BI Rate Naik
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
IHSG Rebound, Kepercayaan Investor terhadap Pemerintah Membaik
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
36 Tim Tersisa di Play-Ins FFNS 2026 Fall, Berebut Tiket Grand Final
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
IHSG Anjlok 1,91 Persen pada Sesi I, Sektor Barang Baku Pimpin Pelemahan
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
Google Rilis DiffusionGemma, Model AI Open Source dengan Generasi Teks 4x Lebih Cepat
Kamis / 11-06-2026, 12:26 WIB
Apindo Khawatirkan Monopsoni dalam Ekspor SDA Akibat PP No. 24/2026
Kamis / 11-06-2026, 12:26 WIB
Trump Perketat Visa Suporter 9 Negara Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:26 WIB
Honor Siapkan Tablet Gaming Win Pad Mini, Pesaing Redmi K Pad 2
Kamis / 11-06-2026, 12:25 WIB
Knicks Cetak Comeback Terbesar di Final NBA, Kalahkan Spurs 107-106
Kamis / 11-06-2026, 12:25 WIB






