Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak lebih dari 10 persen pada 9 dan 10 Juni 2026.

Namun di saat yang sama, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih atau net sell dalam jumlah besar.

>>> Telkom Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp21,99 Triliun pada Juli 2026

Pada 9 Juni, IHSG naik 7,57 persen dengan net sell asing mencapai Rp2,59 triliun.

Keesokan harinya, indeks kembali naik 2,71 persen, tetapi aksi jual bersih asing justru membengkak menjadi Rp2,93 triliun.

Total net sell asing dalam dua hari tersebut mencapai Rp5,52 triliun. Lonjakan IHSG sendiri didorong oleh kenaikan BI Rate dan penguatan nilai tukar rupiah.

Penyebab Aksi Jual Asing

BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa penyesuaian portofolio oleh investor global menjelang rebalancing indeks MSCI Review pada 18 dan 23 Juni serta FTSE Rebalancing pada 22 Juni menjadi salah satu pemicu utama.

>>> DBS Group Rilis Token Emas Fisik untuk Nasabah Ritel di Singapura

Selain itu, kondisi makroekonomi Amerika Serikat turut memengaruhi perpindahan modal.

Inflasi AS yang naik ke angka 4,2 persen secara tahunan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, sehingga meningkatkan daya tarik aset dolar AS.

Faktor geopolitik global yang memanas juga ikut memperparah pelarian modal asing. Eskalasi konflik antara AS dan Iran menjadi pusat perhatian yang memicu kecemasan pelaku pasar.

>>> OnePlus Rilis Turbo 6X dan 6X Pro dengan Baterai Jumbo 8.000 mAh

"Meningkatnya tensi geopolitik mendorong investor beralih ke aset safe haven dan mengurangi eksposur pada pasar emerging market," kata BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (11/6/2026).