Pengadilan Banding Federal Blokir Perintah Trump soal Pemilu Surat

Pengadilan Banding Federal di Boston menolak permintaan Departemen Kehakiman AS untuk mencabut injunksi terhadap perintah eksekutif Presiden Donald Trump tentang pemungutan suara melalui surat.
Keputusan 2-1 oleh Pengadilan Banding Sirkuit Pertama pada Sabtu, 25 Juli 2026, memastikan pembatasan utama tetap diblokir di 23 negara bagian penggugat menjelang pemilu paruh waktu November.
>>> Sam Altman Nyatakan Kecerdasan Buatan Sudah Masuki Era Singularitas
Putusan ini menguatkan injunksi awal yang dikeluarkan Hakim Distrik Indira Talwani pada 25 Juni, yang menyatakan elemen inti perintah eksekutif Maret itu inkonstitusional.
Perintah Trump menginstruksikan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menyusun daftar kewarganegaraan pemilih negara bagian dan memerintahkan Layanan Pos AS membatasi pengiriman surat suara hanya kepada pemilih yang telah disetujui sebelumnya.
Dasar Hukum dan Dampak
Departemen Kehakiman berargumen bahwa tantangan hukum terlalu dini karena badan federal belum menyelesaikan aturan implementasi.
Namun, panel banding menolak argumen itu dengan alasan tenggat waktu pemilu yang ketat.
Para hakim menulis bahwa perintah eksekutif menetapkan tenggat waktu yang mendekat dengan cepat, sehingga negara bagian tidak punya pilihan selain merespons sekarang.
Mayoritas panel mencatat bahwa arahan tersebut memperkenalkan intervensi federal yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dalam pemilu yang dikelola negara bagian, menimbulkan kekhawatiran tentang pencabutan hak pemilih.
Respons Negara Bagian dan Pakar
Jaksa Agung California Rob Bonta menyambut putusan itu sebagai perlindungan kedaulatan negara bagian dan akses pemungutan suara.
>>> Mantan Istri Shawn Duffey Akui Tak Kaget dengan Dugaan Pembunuhan Sara Gilson
Gubernur California Gavin Newsom sebelumnya mengkritik keras perintah eksekutif tersebut saat peluncuran gugatan awal.
Pakar hukum mencatat bahwa keputusan yang bertentangan dari pengadilan banding DC yang mencabut blokade lebih luas menciptakan lanskap regulasi yang tidak merata antar negara bagian.
Update Terbaru
TCL Rilis Monitor Gaming 360Hz dengan Panel Mini LED 1440p, Harga Mulai Rp4,6 Jutaan
Senin / 27-07-2026, 06:07 WIB
Dream to You Episode 6 Sub Indo dan Spoiler serta Link bukan LK21 tapi di VIU: Luka Lama dan Reuni yang Tak Terelakkan
Senin / 27-07-2026, 06:00 WIB
Pengamat: Prabowo Tak Perlu Intervensi Teknis Hukum Kasus Febrie
Senin / 27-07-2026, 05:56 WIB
Gerindra Buka Suara soal Makna 'Sehati' Prabowo untuk PDIP
Senin / 27-07-2026, 05:50 WIB
Ramalan Zodiak 27 Juli: Leo Kendalikan Emosi, Virgo Andalkan Kesabaran
Senin / 27-07-2026, 05:49 WIB
Diet Campur Teh dan Obat Pencahar Viral di China, Banyak Orang Masuk RS
Senin / 27-07-2026, 05:49 WIB
Hongqi, Merek Limo Era Mao, Kalahkan Rolls-Royce di China dengan Rasio 2:1
Senin / 27-07-2026, 05:28 WIB
Sam Altman Nyatakan Kecerdasan Buatan Sudah Masuki Era Singularitas
Senin / 27-07-2026, 05:14 WIB
Mantan Istri Shawn Duffey Akui Tak Kaget dengan Dugaan Pembunuhan Sara Gilson
Senin / 27-07-2026, 05:14 WIB
Merger Paramount-Warner Bros Kembali Ditunda, Sidang Digelar 3 Agustus
Senin / 27-07-2026, 05:14 WIB
Sinopsis Sultan Salman Khan dan Anuska Sharma di Mega Bollywood Hari ini 27 Juli 2026 di ANTV
Senin / 27-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Jab Pyaar Kisise Hota Hai (1998) Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 27 Juli 2026
Senin / 27-07-2026, 05:00 WIB
YA ALLAH! Wajah Cinta yang Lain Turun Posisi 4, Inilah Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 27 Juli 2026
Senin / 27-07-2026, 05:00 WIB







