Pemerintah Indonesia bersiap meluncurkan portal perlindungan sosial (perlinsos) secara nasional pada Oktober 2026. Portal ini akan beroperasi di 541 kabupaten untuk mengintegrasikan sistem pendaftaran bantuan sosial.

Sistem ini memanfaatkan nomor induk kependudukan dan verifikasi wajah. Integrasi data difasilitasi melalui Digital Public Infrastructure yang menghubungkan delapan kementerian dan lembaga terkait.

>>> BPS Mulai Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 Secara Serentak

Warga pemegang Identitas Kependudukan Digital dapat mengakses layanan secara mandiri.

Sementara itu, masyarakat yang belum memiliki identitas digital akan dibantu oleh 60 ribu agen pendamping dari Kementerian Sosial.

Uji Coba di 42 Kabupaten

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa Presiden Prabowo akan meluncurkan portal perlinsos pada Oktober atau November 2026.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor DEN pada Rabu (17/6/2026).

Inovasi ini ditopang oleh tiga fondasi utama: identitas digital, pertukaran data pemerintah melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah, dan sistem pembayaran digital.

>>> Austria Kalahkan Yordania 3-1 di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026

Saat ini, uji coba terbatas telah diperluas ke 42 kabupaten/kota di 25 provinsi sejak 4 Juni 2026, termasuk Surabaya dan Bali.

Luhut menargetkan pendaftaran di 42 kabupaten piloting selesai pada akhir Juli 2026.

Hingga 16 Juni 2026, lebih dari 6.100 Kepala Keluarga telah mendaftar melalui portal dengan bantuan 700 agen pendamping.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memantau langsung uji coba perlinsos digital pada awal Juli 2026.

>>> Pertamina Buka Suara Soal Harga Keekonomian Pertalite dan Pertamax

Luhut berharap sistem ini dapat mencapai 80-90% kesiapan pada akhir tahun, sehingga Presiden Prabowo mendapatkan data yang akurat.