Timnas Argentina memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil gemilang. Mereka sukses mengalahkan Aljazair dengan skor telak 3-0 di Kansas City Stadium, Rabu (17/6) pagi WIB.

Kemenangan ini sekaligus mematahkan kutukan yang kerap membayangi juara bertahan pada laga perdana Piala Dunia. Lionel Messi menjadi bintang dengan mencetak hat-trick.

>>> BP BUMN Pangkas 216 Entitas Perusahaan Negara Demi Efisiensi

Hasil ini berbanding terbalik dengan edisi 2022 di Qatar. Saat itu, Argentina justru kalah mengejutkan dari Arab Saudi di pertandingan pertama.

Argentina juga terbebas dari sejarah kelam mereka sendiri.

La Albiceleste pernah dua kali kalah di laga pembuka saat berstatus juara bertahan, yakni dari Belgia pada 1982 dan Kamerun pada 1990.

Mitos kegagalan laga perdana juara bertahan memang kerap terjadi.

>>> Snap Luncurkan Kacamata AR SPECS dengan Bantuan AI dan Platform Snap OS

Prancis tumbang 0-1 dari Senegal pada 2002, Spanyol dibantai Belanda 1-5 pada 2014, dan Jerman kalah 0-1 dari Meksiko pada 2018.

Italia pada 2010 tidak kalah di laga pembuka, tetapi hanya imbang 1-1 melawan Paraguay dan langsung tersingkir di fase grup.

Tantangan Fase Grup Berikutnya bagi Argentina

Sebelum Argentina, Prancis menjadi juara bertahan terakhir yang memulai turnamen dengan mulus. Les Bleus menang 4-1 atas Australia di Qatar 2022.

Meski meraih poin penuh, Argentina tetap harus waspada. Statistik menunjukkan empat dari enam juara bertahan terakhir selalu gugur di fase grup pada edisi berikutnya.

>>> Android 17 Perluas Kontrol Orang Tua dengan Batas Waktu Layar dan Dukungan Family Link

Penampilan dominan anak asuh Lionel Scaloni di laga pembuka memberi sinyal positif. Fleksibilitas taktik dan efektivitas permainan membuat Argentina dinilai berpeluang besar melangkah lebih jauh.