Pemeriksaan keimigrasian dengan teknologi biometrik mulai diterapkan di Asrama Haji Kelas 1 Surabaya, Jawa Timur.

Langkah ini bertujuan memangkas antrean panjang jemaah haji yang baru tiba dari tanah suci.

>>> Kemendikdasmen Wajibkan Bahasa Inggris Mulai Kelas 3 SD pada 2027

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, hadir menyambut langsung kedatangan 375 jemaah haji kloter SUB-56.

Mereka menjadi kelompok pertama di Debarkasi Surabaya yang merasakan layanan pemeriksaan biometrik ini.

Rombongan jemaah tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, antara lain Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik, dan Lumajang.

Teknologi Pemindaian Iris Mata

Mekanisme pemulangan tahun ini menggunakan sistem Immigration Seamless Process Corridor Gate yang digagas Direktorat Jenderal Imigrasi.

Teknologi ini bekerja melalui pemindaian iris mata untuk mencocokkan data jemaah dengan data penerbangan.

Saat melewati koridor, jemaah hanya perlu membawa paspor. Data biometrik langsung terbaca dan tercatat dalam sistem tanpa perlu cap paspor manual.

>>> Kementan Gandeng KPK dan Polri Awasi Proyek Perkebunan Rp9,95 Triliun

Dalam sambutannya, Menhaj menyampaikan penghargaan atas kedisiplinan jemaah yang tetap terjaga sejak berangkat hingga kembali dengan jumlah yang lengkap.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh petugas haji dari berbagai instansi atas kerja sama yang diberikan.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kedisiplinan para jemaah yang pulang dengan rombongan yang utuh.

Terima kasih dan apresiasi yang besar juga kami sampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras dan bersinergi tanpa lelah," ujar Menhaj di Asrama Haji Surabaya, Selasa (16/6/2026).

Di akhir sambutannya, Menhaj berharap ibadah haji yang telah dijalani dapat memberikan perubahan positif bagi para jemaah.

"Kementerian berharap para jemaah haji pulang menjadi Haji yang Mabrur dan Mabrurah.

>>> Xbox Siapkan Reset Bisnis 100 Hari untuk Atasi Penurunan Pendapatan

Hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas ibadah, menguatnya jiwa sosial, serta hadirnya perilaku yang jauh lebih baik di tengah-tengah masyarakat," tutup Menhaj.