Kemenhaj Kawal Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama
Kementerian Haji dan Umrah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus mengawal proses pemulangan jemaah haji Indonesia setelah puncak ibadah haji 1447 H/2026 M berakhir.
Proses kepulangan harus berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar hingga kelompok terbang (kloter) terakhir tiba di Tanah Air.
>>> Koreksi Saham Perbankan Jadi Peluang Akumulasi Investor Jangka Panjang
Hingga Senin (8/6/2026), sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali melalui Bandara Jeddah.
Fase kepulangan ini dijadwalkan berlangsung hingga 15 Juni 2026.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyatakan bahwa seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan.
Ia juga mengakui masih ada kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan ke depan.
Irfan menegaskan bahwa petugas akan terus bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing sampai kloter terakhir tiba.
>>> Pemerintah Kota Utsunomiya Tutup 94 Sekolah Akibat Ancaman Beruang
"Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta.
Evaluasi dan Persiapan Layanan Haji Mendatang
Penyempurnaan pelayanan tahun depan akan disiapkan berdasarkan evaluasi internal dan masukan dari Tim Amirul Hajj.
Hal ini mencakup peningkatan akomodasi, transportasi pra dan pasca-Armuzna, serta konsumsi di Timur Tengah.
Evaluasi juga menyoroti penguatan kompetensi petugas melalui standardisasi pelatihan, serta aspek istithaah kesehatan dan sistem penanganan jemaah sakit.
Irfan menekankan pentingnya memastikan jemaah yang berangkat memenuhi istithaah kesehatan agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan aman.
>>> GTR Ultra 2026: Lari Trail Lintasi Empat Puncak Gunung di Jawa Tengah
Sementara jemaah gelombang pertama dipulangkan, jemaah gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah ke Madinah. Mereka dijadwalkan pulang mulai 16 Juni hingga 1 Juli 2026.
Update Terbaru
AS Panggil Dubes Malaysia Buntut Kebijakan Usir Warga Israel
Jumat / 24-07-2026, 14:50 WIB
Bos BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar
Jumat / 24-07-2026, 14:50 WIB
Dengar Masukan Publik, Kemenkum Reviu Kenaikan Tarif Kewarganegaraan
Jumat / 24-07-2026, 14:50 WIB
Komdigi Minta Keringanan Biaya Verifikasi Wajah Rp3.000 untuk Registrasi SIM
Jumat / 24-07-2026, 14:49 WIB
Menelepon di Pesawat Bakal Dilarang, Mirip Aturan Merokok
Jumat / 24-07-2026, 14:49 WIB
Presiden Federasi Norwegia Desak Infantino Akui Blunder Sanksi Balogun
Jumat / 24-07-2026, 14:49 WIB
MK Wajibkan Operator Sediakan 6 Opsi Agar Kuota Internet Tak Hangus
Jumat / 24-07-2026, 14:49 WIB
Menteri Hukum: Tak Banyak Naturalisasi WNA yang Disetujui
Jumat / 24-07-2026, 14:49 WIB
Rosan Resmikan Proyek IGIP Morowali, Serap 9.600 Tenaga Kerja
Jumat / 24-07-2026, 14:49 WIB
Ni Luh Djelantik Murka Event Lari WNA di Canggu Bali Diskriminasi WNI
Jumat / 24-07-2026, 14:45 WIB
Prediksi 26 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Jumat / 24-07-2026, 14:45 WIB
Volkswagen Siapkan Level 3 Otonom untuk China, Bekerja Sama dengan Horizon Robotics
Jumat / 24-07-2026, 14:44 WIB
Cerita Mediasi Sopir Alphard Versi Satpam: Disuruh Push Up dan Diancam
Jumat / 24-07-2026, 14:44 WIB







