Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mengakui bahwa penangguhan sanksi kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, merupakan sebuah blunder.

Klaveness menyatakan akan meminta dewan pengurus NFF mengajukan pengaduan etik terkait keputusan FIFA tersebut.

>>> MK Wajibkan Operator Sediakan 6 Opsi Agar Kuota Internet Tak Hangus

Balogun mendapat kartu merah saat AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 awal Juli lalu.

Kartu merah itu diberikan karena Balogun terlibat keributan dengan bek Bosnia, Tarek Muharemovic, pada menit ke-64.

Namun, FIFA kemudian menangguhkan sanksi tersebut sehingga Balogun bisa bermain di babak 16 besar melawan Belgia.

>>> Menteri Hukum: Tak Banyak Naturalisasi WNA yang Disetujui

"Saat Anda melonggarkan aturan seperti ini, Anda melangkah ke situasi berbahaya yang dapat mengancam kelangsungan permainan secara keseluruhan," ujar Klaveness kepada The Times, dikutip dari ESPN.

Ia menambahkan bahwa keputusan itu dipengaruhi faktor eksternal dan tidak melalui prosedur yang semestinya.

Klaveness mendesak Infantino untuk meminta maaf atas blunder yang dilakukan FIFA dalam kasus Balogun.

>>> Rosan Resmikan Proyek IGIP Morowali, Serap 9.600 Tenaga Kerja

"Kita membutuhkan pemimpin FIFA yang berani mengakui bahwa ini adalah sebuah kesalahan," tegasnya.