Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mendukung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan New York Post dengan mengutip sumber yang disebut dekat dengan Trump.

>>> Eksepsi dr Tifa Dikabulkan Hakim, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Menurut laporan tersebut, Trump menilai Infantino memiliki kemampuan menyatukan berbagai pihak di tingkat internasional.

"Dia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia dan memiliki kemampuan khusus untuk menyatukan orang-orang," kata sumber yang dikutip New York Post, Kamis (23/7/2026).

Jabatan Sekretaris Jenderal PBB akan kembali diperebutkan setelah masa jabatan António Guterres berakhir.

Sesuai mekanisme PBB, calon sekjen harus memperoleh nominasi dari negara anggota, dukungan Dewan Keamanan tanpa veto anggota tetap, serta disetujui Majelis Umum.

Paolo Zampolli, pengusaha sekaligus diplomat Italia-Amerika yang menjabat utusan khusus Trump untuk kemitraan global, turut mendukung gagasan tersebut.

"Hanya Presiden Trump yang bisa memiliki ide seperti itu," ujar Zampolli kepada New York Post.

Ia menilai pengalaman Infantino memimpin FIFA menjadi modal penting untuk memimpin organisasi internasional seperti PBB.

"Di PBB ada 193 negara anggota, sementara FIFA memiliki lebih dari 200 anggota. Rekam jejak Gianni menunjukkan bahwa dia mengetahui cara mengelola organisasi global," katanya.

>>> Sudaryono Sambut Rencana Pembentukan Dewan Pengawas BGN

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun FIFA terkait laporan tersebut.

Infantino memimpin FIFA sejak 2016 setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal UEFA. Ia juga menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak 2020.

Selama memimpin FIFA, Infantino kerap menjadi sorotan dan menerima kritik terkait sejumlah kebijakan organisasi sepak bola dunia.

Hubungan Trump dan Infantino beberapa kali menjadi perhatian publik. Pada Desember 2025, Infantino menganugerahkan penghargaan perdamaian perdana FIFA kepada Trump di Washington, D.

C.

Keduanya kembali terlihat bersama selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Trump sempat menghubungi Infantino setelah keputusan disipliner terhadap penyerang tim nasional AS, Folarin Balogun.

Hukuman skorsing satu pertandingan terhadap Balogun kemudian dibatalkan sehingga ia dapat tampil pada laga berikutnya.

>>> Timnas Indonesia Tambah Satu Kiper Jelang Piala AFF 2026

Trump dan Infantino juga menghadiri laga final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, dan terlihat bersama saat seremoni penyerahan trofi.