Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani meresmikan proyek Indonesia Green Industrial Park (IGIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, pada Rabu (22/7).

Kawasan industri hijau itu mengembangkan proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi oleh PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) bersama PT Vale Indonesia Tbk, GEM Co. Ltd. dari Tiongkok, dan EcoPro dari Korea Selatan.

>>> Dugaan Tunggakan Pinjaman Rp3 Miliar yang Melibatkan Wakil Gubernur Jabar: Kronologi Lengkap dan Misteri Selisih Dana yang Mengganjal

Rosan menyatakan proyek HPAL tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja pada masa konstruksi dan sekitar 3.600 tenaga kerja pada masa operasional, mencakup kegiatan penambangan dan fasilitas pengolahan.

"Pemerintah juga mengapresiasi komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan fasilitas sosial, pelatihan tenaga kerja lokal, serta pembangunan HPAL Research Center yang diharapkan dapat memperkuat kemandirian teknologi nasional," ujar Rosan dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan seluruh inovasi yang dihasilkan dalam proyek tersebut akan dipatenkan di Indonesia.

Program pengembangan SDM juga mencakup beasiswa bidang metalurgi bagi talenta Indonesia dan kerja sama laboratorium riset dengan perguruan tinggi dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Rosan menyampaikan pihaknya terus memperkuat pengembangan hilirisasi mineral dengan mendatangkan autoclave, peralatan utama proyek HPAL Sambalagi.

"Hari ini kita memang menyambut kedatangan autoclave di HPAL Sambalagi. Namun, yang sesungguhnya sedang kita bangun bukan hanya sebuah fasilitas industri.

Kita sedang membangun ekosistem hilirisasi yang lengkap dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia.

Inilah makna sesungguhnya dari hilirisasi, yaitu menciptakan nilai, menciptakan kesempatan, dan menciptakan harapan," kata Rosan.