Trump juga menyatakan dokumen kesepakatan baru ini bersifat sangat kuat. Dokumen akan segera dipublikasikan setelah penandatanganan dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss.

"It's not like the Obama document, which was just a terrible document," kata Trump. Ia kembali menegaskan perbedaan kualitas dokumen tersebut saat mendampingi Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sementara itu, mantan Presiden Barack Obama menyuarakan skeptisisme. Obama memprediksi hasil akhir kesepakatan Trump tidak akan berbeda jauh dari kesepakatan tahun 2015.

"It is doubtful that any agreement that arises is going to be significantly different or a significant improvement from the deal that we had in the first place," kata Obama.

Obama mengkritik kebijakan luar negeri Trump yang dinilainya terlalu agresif. Ia menyatakan bahwa jalur diplomasi yang melelahkan jauh lebih aman dibanding memicu perang.

Menurut Obama, kegagalan mengambil pelajaran dari masa lalu membuat pemerintah harus terus mengulang kesalahan yang sama dalam urusan diplomasi luar negeri.

>>> IHSG Melonjak 4,12 Persen Ditopang Penguatan Saham Perbankan Besar

Proses penandatanganan resmi nota kesepahaman ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat mendatang oleh perwakilan kedua negara.