Jumlah pengguna internet di Indonesia kembali mencatat rekor baru pada tahun 2026.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil Survei Profil Internet Indonesia 2026 yang menunjukkan angka 235,26 juta jiwa.

>>> Bank Sampoerna Luncurkan Deposito Online via Aplikasi SMB, Mulai Rp1 Juta

Jumlah tersebut merepresentasikan 81,72 persen dari total populasi nasional yang mencapai 287,30 juta jiwa.

Artinya, lebih dari 81 dari setiap 100 penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet.

Generasi Milenial dan Gen Z Mendominasi

Generasi Milenial mencatat tingkat penetrasi tertinggi sebesar 90,34 persen. Gen Z berada di posisi kedua dengan persentase 89,02 persen.

Tingginya penetrasi di kalangan Milenial dipicu oleh kebutuhan produktif, seperti pekerjaan, urusan domestik, dan transaksi finansial.

Dari sisi gender, kesenjangan akses digital antara pria dan wanita semakin mengecil.

Kelompok laki-laki mencatat penetrasi 83,95 persen dengan kontribusi nasional 50,03 persen, sementara perempuan 79,79 persen dengan kontribusi 49,97 persen.

Perbedaan jangkauan infrastruktur antara perkotaan dan pedesaan masih tersisa sekitar 6,5 persen. Wilayah urban mencapai 84,75 persen, sedangkan rural 78,18 persen.

Jenjang pendidikan juga berkorelasi dengan adopsi digital. Lulusan perguruan tinggi memiliki penetrasi tertinggi 92,49 persen, diikuti alumni SMA sederajat 90,44 persen.

Mayoritas netizen (84,31 persen) menggunakan smartphone sebagai perangkat utama untuk mengakses internet.

>>> BSI Pacu Pembiayaan UMKM dan Turunkan Rasio NPF

Durasi akses harian didominasi 4 hingga 6 jam per hari, atau 28–42 jam per minggu.

Pertumbuhan Melambat, Wilayah Jawa Mendominasi

Dibandingkan tahun lalu, jumlah pengguna baru bertambah sekitar 6 juta jiwa. Pada 2025, tingkat penetrasi nasional berada di angka 80,66 persen.