Meski grafik kumulatif terus naik, kecepatan pertumbuhan mengalami perlambatan.

Dari 2024 ke 2025, lonjakan pengguna baru mencapai 7,86 juta jiwa, namun kini melambat karena ruang pertumbuhan semakin sempit.

Masyarakat yang belum terjangkau umumnya berada di daerah terpencil dengan kendala geografis dan keterbatasan infrastruktur.

Distribusi akses digital masih terpusat di Pulau Jawa dengan tingkat penetrasi 85,95 persen dan kontribusi nasional 58,24 persen.

Lebih dari separuh populasi online Indonesia terkonsentrasi di kawasan tersebut.

Wilayah Maluku dan Papua menempati urutan terbawah, menunjukkan urgensi penyelesaian ketimpangan digital antarwilayah.

Survei dilakukan pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan metode tatap muka oleh enumerator terlatih.

>>> Harga Emas BSI dan HRTA Beragam pada 17 Juni 2026

Target responden adalah WNI berusia 13 tahun ke atas, dengan margin of error 1,1 persen.