Pertandingan Argentina melawan Aljazair di Stadion Arrowhead pada Rabu (17/6/2026) memicu kontroversi besar.

Kapten Argentina, Lionel Messi, lolos dari hukuman kartu setelah melakukan tekel berbahaya terhadap bek lawan, Aissa Mandi.

>>> BSI Salurkan Pembiayaan Kendaraan Rp6,62 Triliun hingga April 2026

Pemain berusia 38 tahun itu tampak menendang kaki kanan Aissa Mandi menggunakan ujung sepatu kirinya. Insiden ini terjadi sesaat setelah Messi mencetak gol pembuka untuk Argentina.

Akibat pelanggaran tersebut, Aissa Mandi yang juga kiper nomor dua Lille terjatuh dan memegangi betisnya. Namun, wasit sama sekali tidak memberikan kartu kuning maupun kartu merah kepada Messi.

Keputusan pengadil lapangan ini langsung memicu gelombang kritik keras di media sosial. Publik menilai megabintang dunia tersebut mendapatkan perlindungan khusus dalam turnamen ini.

"Sangat jelas bahwa FIFA akan melindungi Messi lagi di Piala Dunia ini. Itu seharusnya kartu merah.

Harapkan hal yang sama dengan (Cristiano) Ronaldo. Akan ada pengaturan agar mereka bermain melawan satu sama lain," tulis seorang pengguna di X melansir Daylistar.

Kritik senada juga disampaikan oleh media Inggris yang menyoroti reaksi Messi setelah insiden tersebut. "Tidak mungkin ini bukan kartu merah.

Bahkan Messi sendiri menyadari kesalahan yang dia buat. Mereka bahkan tidak memberinya kartu kuning," lapor Mirror.

Sejumlah pengamat sepak bola turut meyakini bahwa tindakan pelanggaran keras tersebut sangat layak diganjar kartu merah. "Itu mungkin seharusnya kartu merah.

>>> Jeff Bezos Prediksi AI Justru Picu Kekurangan Tenaga Kerja

Rasanya momen itu terlewatkan.

Ketika pemain itu berada di lantai, Anda bisa melihat Messi memiliki kekhawatiran terhadapnya karena dia tahu bahwa dia berpotensi melakukan sesuatu yang bisa membuatnya mendapat masalah," kata Nedum Onuoha di ESPN.