Stellantis tengah menjajaki kemitraan strategis untuk Maserati dengan dua perusahaan misterius. CEO Stellantis Antonio Filosa mengungkapkan hal ini di hadapan parlemen Italia.

Filosa mengatakan kedua calon mitra itu dapat menghadirkan teknologi, pengembangan, dan ide-ide cemerlang. Ia menegaskan Maserati tidak dijual, melainkan akan mendapatkan suntikan teknologi melalui kerja sama ini.

>>> Rivian PHK Ratusan Karyawan Tak Lama Setelah Meluncurkan R2

Kemitraan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi di pabrik Cassino dan Modena. Namun, Filosa belum menyebutkan nama perusahaan yang diajak bicara.

Spekulasi sebelumnya menyebut dua perusahaan China, Huawei dan JAC, masuk dalam daftar kandidat.

Rumor menyebutkan rencana kendaraan baru yang akan dijual dengan merek Maextro di China dan Maserati secara global.

Stellantis enggan berkomentar soal spekulasi tersebut. Perusahaan hanya menyatakan selalu berdiskusi dengan berbagai pemain industri untuk memberikan pilihan mobilitas terbaik bagi pelanggan.

>>> Harga BBM Naik 27%, Namun Rekor Baru Pengendara AS Diprediksi Terjadi saat 4 Juli

Maserati Siapkan Dua Model Baru

Selain kemitraan, Maserati juga menyiapkan dua model baru di segmen e-segment. Salah satunya adalah crossover besar yang diduga sebagai penerus Levante.

Model lainnya masih misterius, bisa berupa mobil sport atau grand tourer. Ada kemungkinan juga berupa coupe empat pintu.

Kedua model dijadwalkan hadir sebelum 2030.

Maserati juga akan merilis versi facelift GranTurismo, GranCabrio, dan Grecale dalam waktu dekat. Ketiganya sudah diperkenalkan pada Mei lalu.

>>> HSV Colorado SportsCat V8: Prototipe V8 yang Tak Jadi Produksi Kini Dijual

Filosa menekankan Maserati memainkan peran khusus sebagai merek mewah murni dengan warisan unik. Ia berjanji akan memberikan pengumuman lebih detail pada Desember mendatang.